WARTAKOTALIVE.COM - Bendera kuning kerap dipasang di lingkungan permukiman ketika ada warga yang meninggal dunia.
Tradisi yang masih dijalankan di berbagai daerah di Indonesia itu ternyata memiliki sejarah panjang yang berawal sejak masa kolonial Belanda.
Mengutip Kompas.com dan National Geographic Indonesia, penggunaan bendera kuning sebagai penanda kematian bermula pada masa pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia.
Saat itu, bendera kuning digunakan untuk menandai rumah atau lokasi yang terdapat penderita penyakit menular berbahaya sehingga harus menjalani karantina.
Bendera tersebut berbentuk persegi panjang berwarna kuning dengan simbol huruf Q, yang merupakan singkatan dari Quarantine atau karantina.
Baca juga: Trump Akhiri Epic Fury dan Minta Iran Kibarkan Bendera Putih, Fokus ke Project Freedom di Hormuz
Karena wabah yang terjadi menyebabkan banyak korban jiwa, lambat laun masyarakat mulai mengaitkan bendera kuning dengan peristiwa kematian.
Seiring berjalannya waktu, penggunaan bendera kuning tidak lagi berkaitan dengan wabah penyakit.
Tradisi tersebut terus diwariskan secara turun-temurun hingga akhirnya menjadi penanda bahwa ada warga yang meninggal dunia.
Kini, di banyak daerah di Indonesia, bendera kuning polos dipasang di depan gang, jalan, atau lingkungan permukiman untuk memberi informasi kepada masyarakat bahwa sedang berlangsung suasana berkabung.
Tidak semua daerah di Indonesia menggunakan bendera kuning sebagai penanda kematian.
Di sejumlah wilayah, masyarakat juga memakai bendera merah atau putih yang memiliki makna berbeda.
Kuning melambangkan suasana duka dan menjadi tradisi yang berkembang sejak masa kolonial.
Merah dimaknai sebagai simbol keberanian dalam menghadapi kematian.
Baca juga: Rumah Sakit Indonesia Resmi Dijajah Israel, Bendera Zionis Berkibar Tinggi
Putih melambangkan kesucian, sebagai keyakinan bahwa seseorang yang meninggal kembali dalam keadaan suci.
Meski demikian, perbedaan warna tersebut hanya berlaku sebagai simbol tradisi lokal.
Bendera kebangsaan Indonesia tetap Merah Putih.
Karena mayoritas warga Indonesia adalah muslim, Anda mungkin pernah bertanya, bagaimana pandangan agama Islam tentang pengibaran bendera sebagai tanda terjadinya kedukaan, apalagi dengan warna kuning?
Ini karena dalam Al-Qur’an tidak ada penjelasan tentang bendera tanda berkabung.
Sekilas, budaya penggunaan bendera kuning untuk pemakaman ini tampak seperti bid’ah atau hal baru yang diada-adakan.
Meskipun demikian, sejumlah budayawan Indonesia seperti Yahya Andi Saputra menyatakan bahwa ada nilai-nilai tradisional Indonesia yang melekat pada warna bendera itu.
Menurut Yahya, warna kuning memiliki sebuah makna berupa kedekatan jiwa dan spiritual dengan Allah Yang Maha Esa.
Selain itu, ada pula makna kedua berupa keluhuran, etika, dan moralitas yang wajib kita pelihara demi menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia.
Sebenarnya dari segi warna, Islam tidak mempermasalahkan pilihan warna yang orang-orang gunakan sebagai tanda berkabung.
Hal terpenting adalah bendera pemakaman tersebut tidak mengandung tulisan, lambang, atau unsur-unsur lain yang berasal dari agama diluar Islam.
Tradisi berkabung juga memiliki simbol warna yang berbeda di sejumlah negara.
China
Putih Di China, warna putih identik dengan suasana duka.
Dekorasi pemakaman, pakaian pelayat, hingga perlengkapan upacara umumnya didominasi warna putih sebagai simbol kesedihan dan penghormatan kepada orang yang meninggal.
Mesir
Kuning Di Mesir, khususnya kawasan Afrika Utara, warna kuning juga menjadi simbol berkabung.
Namun, masyarakat tidak memasang bendera kuning, melainkan mengenakan pakaian berwarna kuning saat menghadiri pemakaman.
Eropa dan Amerika Serikat
Hitam Sebagian besar negara Eropa dan Amerika Serikat menggunakan warna hitam sebagai lambang duka.
Pakaian pelayat, kain penutup peti jenazah, hingga kendaraan pengantar jenazah umumnya didominasi warna hitam sebagai simbol kehilangan.
Korea
Hitam Tradisi di Korea juga identik dengan pakaian hitam saat menghadiri pemakaman.
Baik keluarga maupun pelayat mengenakan busana hitam sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.
Jepang
Warna Gelap Masyarakat Jepang menggunakan pakaian berwarna gelap, seperti hitam, biru tua, atau abu-abu, mulai dari kepala hingga kaki saat menghadiri prosesi pemakaman.
Mengutip Encyclopaedia Britannica, warna memiliki makna simbolis yang berbeda di setiap budaya.
Putih dapat melambangkan kesucian, tetapi di sejumlah budaya juga menjadi simbol duka.
Hitam identik dengan kehilangan, kesedihan, dan berkabung.
Merah memiliki makna kehidupan, keberanian, sekaligus kematian dalam tradisi tertentu.
Kuning di Indonesia berkembang menjadi simbol adanya warga yang meninggal setelah berawal sebagai penanda karantina pada masa kolonial. (*)
Sumber : Sebagian naskah diolah dari Kompas.com