Databricks Gandeng Insignia Hadirkan AI Siap Pakai untuk Perusahaan di Indonesia
Mochamad Dipa Anggara July 11, 2026 04:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Perusahaan data dan kecerdasan buatan (AI) Databricks memperkuat ekspansinya di Indonesia melalui kemitraan strategis dengan perusahaan konsultan teknologi lokal, Insignia.

Kolaborasi ini bertujuan mempercepat implementasi platform data enterprise dan adopsi AI generatif di berbagai sektor industri.

Kemitraan tersebut diresmikan melalui penandatanganan kerja sama di kantor Insignia, Jakarta, dan efektif berlaku sejak 30 Juni 2026 lalu.

Melalui kerja sama ini, Insignia resmi bergabung dalam Databricks Delivery Provider Programme (DPP) sebagai mitra implementasi tersertifikasi sekaligus menjadi bagian dari perluasan tim Forward Deployment Engineering (FDE) Databricks di Indonesia.

Dengan status tersebut, Insignia memiliki kewenangan untuk merancang arsitektur, mengimplementasikan, hingga memelihara platform data berskala enterprise, termasuk mendukung penerapan machine learning dan AI generatif hingga siap digunakan di lingkungan produksi.

Kesepakatan ini juga bersifat global sehingga memberikan fleksibilitas bagi Insignia untuk menangani proyek perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia maupun mendukung perusahaan nasional yang berekspansi ke pasar internasional.

Kolaborasi Databricks dan Insignia mendukung penerapan AI generatif hingga siap digunakan di berbagai sektor industri di Indonesia.
Kolaborasi Databricks dan Insignia mendukung penerapan AI generatif hingga siap digunakan di berbagai sektor industri di Indonesia. (Istimewa)

Partner Manager APJ, FDE Databricks, Joseph Bosco, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar korporasi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik, terutama dalam adopsi arsitektur data berbasis lakehouse.

"Indonesia adalah salah satu pasar korporasi paling dinamis di kawasan ini, dan minat terhadap arsitektur lakehouse sangatlah nyata. Namun, teknologi saja tidak akan pernah bisa mentransformasi bisnis tanpa adanya eksekusi yang tepat. Insignia telah membuktikan kedalaman teknis dan disiplin kerja yang kami cari dari seorang mitra DPP," ujar Bosco dalam keterangan resmi, Sabtu (11/6/2026).

Fokus pada implementasi AI 

Kerja sama ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk mengubah proyek AI dari sekadar uji coba menjadi sistem yang benar-benar dapat digunakan dalam operasional bisnis.

Menurut Databricks, banyak perusahaan telah bereksperimen dengan AI generatif. Namun, tantangan terbesar masih berada pada kualitas fondasi data yang tersebar di berbagai sistem sehingga menyulitkan implementasi AI dalam skala enterprise.

Managing Director Insignia, Richard Ho, mengatakan sertifikasi DPP memberikan kepastian bagi perusahaan di Indonesia untuk membangun infrastruktur data menggunakan tenaga ahli lokal yang telah memenuhi standar global Databricks.

"Artinya sederhana, bank, ritel, atau BUMN di Indonesia kini bisa membenahi fondasi data mereka bersama tim lokal yang tersertifikasi dan didukung langsung oleh Databricks. Standarnya sama, jalur eskalasinya sama, serta seluruh prosesnya lebih jelas dan terukur," katanya.

Richard menyebutkan, bahwa kemitraan Databricks dan Insignia dibangun di atas tiga fokus utama, yakni implementasi platform data enterprise berbasis arsitektur lakehouse, integrasi penuh siklus hidup AI mulai dari pengembangan hingga operasional melalui MLOps, serta pembentukan jalur kolaborasi global untuk proyek transformasi data perusahaan besar.

"Kolaborasi ini juga menyasar sektor yang memiliki regulasi ketat, seperti perbankan, fintech, dan badan usaha milik negara (BUMN), dengan menggabungkan kemampuan tata kelola data Databricks dan pemahaman regulasi lokal yang dimiliki Insignia," ucapnya.

Sementara, Business Director Insignia, Guta Saputra, mengatakan kegagalan implementasi AI di banyak perusahaan umumnya bukan disebabkan oleh model AI, melainkan kualitas data yang belum siap digunakan.

"Hampir setiap perusahaan yang kami temui menceritakan kisah yang sama: demo AI mereka berjalan luar biasa, namun proyeknya mandek setelah itu. Biasanya masalahnya bukan pada model AI-nya, melainkan pada data yang menopangnya. Lewat kemitraan ini, kami dapat membenahi fondasi sekaligus penerapannya dalam satu paket bersertifikasi," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Insignia akan membentuk unit khusus Databricks Delivery yang beranggotakan data engineer, arsitek platform, dan spesialis AI generatif bersertifikasi.

Sementara itu, Databricks akan menyediakan dukungan platform, akses langsung ke tim teknis global FDE, validasi implementasi, serta metodologi arsitektur untuk memastikan setiap proyek memenuhi standar perusahaan.

Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan optimistis dapat mempercepat transformasi digital dan memperluas implementasi AI enterprise di Indonesia, sekaligus membantu perusahaan mengembangkan sistem data yang lebih terintegrasi, aman, dan siap mendukung kebutuhan bisnis berbasis kecerdasan buatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.