Olahan nasi khas Jepang yang paling populer adalah onigiri dan nigiri. Nama dan tampilan yang mirip sering membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah kedua makanan ini serupa?
Di Jepang, nasi menjadi salah satu komponen utama dalam beberapa masakan. Bahan utama ini bisa ditemukan dalam berbagai varietas dan cara pengolahan.
Beberapa yang populer adalah nigiri dan onigiri. Keduanya terbuat dari nasi putih yang dipadatkan lalu dipadukan dengan berbagai macam protein, seperti seafood, ayam, daging, telur, dan lain sebagainya.
Dua olahan nasi ini juga dikenal praktis dibuat, mudah dinikmati, tetapi tetap mengenyangkan dan bisa membantu menambah energi.
Dari segi tampilan dan nama, onigiri dan nigiri mungkin terlihat seperti makanan yang serupa. Namun, ada perbedaan yang perlu diketahui.
Dilansir dari Tasting Table (15/3/2024), berikut perbedaan nigiri dan onigiri:
1. Mengenal nigiri
NIgiri berbeda dengan onigiri. Makanan ini tergolong sebagai sushi. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Nigiri tergolong ke dalam jenis sushi dan cukup populer di Jepang. Sushi ini cukup berbeda karena tidak dibuat menggunakan gulungan nori.
Nigiri terdiri dari nasi yang dibentuk seperti bantal dan diberi irisan ikan atau protein di atasnya. Biasanya ikan di atas nigiri juga disajikan dalam keadaan mentah. Pilihan ikannya mulai dari salmon, tuna, hingga mackerel. Tetapi banyak juga nigiri dibuat menggunakan tambahan seafood atau protein lainnya yang matang, seperti cumi-cumi, udang, belut, atau omelet.
Nasi yang dipakai dalam hidangan nigiri juga telah dibumbui dengan gula dan cuka. Dibutuhkan teknik terampil ketika membentuk nasi nigiri karena harus ada penekanan hati-hati menggunakan tangan yang basah. Ikan yang diiris sebagai topping juga harus berukuran tepat.
Sebagai sentuhan akhir, chef biasanya menambahkan sedikit wasabi di bawah ikan atau lapisan kecap manis di atasnya. Nigiri juga biasa disajikan bersama semangkuk soy sauce dan acar jahe.
2. Mengenal onigiri
Onigiri dikenal sebagai makanan yang lebih praktis. Foto: iStock
|
Namanya mungkin mirip seperti nigiri, tetapi hidangan ini jauh sekali berbeda. Onigiri ukurannya jauh lebih besar. Terdiri dari nasi berbentuk bulat besar dengan berbagai macam isian. Bentuk klasiknya biasanya segitiga atau bulat seperti bola.
Onigiri dibuat dengan metode yang memastikan nasi dan isiannya tetap menyatu saat digigit. Tetapi nasi yang dipakai tidak ditambah bumbu cuka dan gula. Sebagai gantinya, chef menambah garam dan menaburkan furikake (bumbu dari rumput laut kering dan rempah-rempah). Lalu bagian luar onigiri pun dibungkus dengan nori atau rumput laut kering.
Banyak sekali pilihan isian onigiri. Pilihan tradisional meliputi salmon asin, tuna mayones, dan telur ikan mentaiko. Beberapa versi bahkan tidak menggunakan isian sama sekali, sehingga lebih dominan rasa furikakenya. Versi modern menggabungkan bahan-bahan kekinian, seperti keju, kimchi, hingga tahu.
Kualitas utama dari hidangan ini terletak pada pembentukan nasi yang hati-hati dengan tangan basah dan sentuhan lembut untuk menghindari kerusakan.
3. Onigiri biasa dikonsumsi saat suasana santai
Onigiri memang sengaja dikemas praktis. Bahkan, selama 2000 tahun keberadaannya, hidangan ini dioptimalkan untuk dibawa berpergian.
Versi zaman dulunya, onigiri diisi dengan acar-acaran untuk meningkatkan daya tahan nasi. Makanan ini juga muncul dalam banyak catatan sejarah sebagai ransum militer atau camilan pertama yang dijual di atas kereta api.
Saat ini onigiri juga masih populer dan hampir bisa ditemukan di setiap convenient store (toko serba ada), supermarket, hingga camilan jalanan. Onigiri juga biasa dinikmati sebagai menu makan siang yang praktis dan mengenyangkan.
4. Nigiri dikonsumsi di restoran
Di sisi lain, nigiri biasanya dikonsumsi sebagai menu restoran sushi sebagai hidangan seafood yang lengkap. Makanan ini dibuat dengan teknik khusus untuk menonjolkan rasa ikan yang diletakkan di atas nasi.
Sebelum dinikmati, ada ritual khusus yang biasa dilakukan yaitu membalik setiap potongannya, mencelupkannya ke dalam soy sauce, dan melahapnya dalam satu gigitan.
Nigiri juga dianggap sebagai makanan yang lebih formal tetapi tetap santai. Hanya bukan pilihan praktis untuk dibawa berpergian.
5. Nigiri untuk yang suka nasi dan hidangan laut segar
Potongan kecil nigiri dibuat dengan teknik spesial untuk menekankan cita perpaduan hidangan laut dan nasi. Beberapa restoran sushi menyajikan hidangan ini dalam piring besar berisi beberapa potongan nigiri supaya pelanggan bisa menikmati makanan laut yang berbeda sekaligus.
Restoran lebih tradisional menjual potongan sushi berpasangan, dengan pilihan ala carte dari jenis makanan laut yang diinginkan. Sedangkan restoran sushi kelas atas biasanya menyertakan sampai lima belas nigiri sebagai bagian dari omakase. Setiap nigiri disiapkan dengan cermat, sehingga bisa dinikmati perlahan.
Sebaliknya, onigiri tidak dibuat untuk menojolkan rasa isiannya. Bahan-bahan di dalamnya juga bersifat opsional. Bahkan chef rumahan bisa memasukan sisa makanan ke dalam kepalan nasi onigiri. Tujuan dibuatnya onigiri yaitu untuk memberikan kenyamanan dan rasa kenyang sekaligus dalam bentuk praktis.







