TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bernostalgia saat menjadi Kapolres Batang selama tahun 2008 sampai 2010.
Kenangan selama menjadi Kapolres tersebut muncul saat dirinya menghadiri acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Cabang Batang di Aula Pemkab Batang, Sabtu (11/7/2026).
Acara ini dihadiri pula oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, jajaran Forkopimda, pengurus PP Polri, serta ratusan purnawirawan Polri beserta keluarganya.
Baca juga: Ratusan Sopir Truk Blokade Jalan Pantura Alas Roban Batang Lebih dari 6 Jam, Demo Soal Aturan ODOL
Purnawirawan Polri berpangkat bintang tiga itu mengungkap, Kabupaten Batang menjadi salah satu tempat istimewa selama dirinya mengabdi.
Wilayah yang dikenal dengan ikon "Alas Roban" itu sangat menempel di memorinya.
Bahkan, ada beberapa pengalaman yang tak terlupakan saat bertugas di sana.
“Saya tahu betul tipologi masyarakat di sini. Saya pernah menjadi Kapolres Batang dan itu menjadi pengalaman yang sangat indah bagi saya,” paparnya.
Hasil belajar sebagai Kapolres di Batang, kata Luthfi, menjadi bekal penting saat dirinya mengemban amanah sebagai Gubernur Jawa Tengah.
Salah satu modal utamanya adalah membangun kedekatan dengan anak buah dan masyarakat tanpa sekat.
Baginya, keberhasilan tugas tidak dapat dicapai seorang diri, melainkan melalui kolaborasi dan kebersamaan.
“Saya memiliki prinsip sederhana, together we can, bersama-sama kita bisa. Komunikasi harus terbuka, koordinasi harus berjalan, sehingga persoalan sekecil apa pun bisa diselesaikan bersama,” tambahnya.
Luthfi mengungkap bahwa jabatan hanyalah sebuah amanah.
Untuk itu, ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus hadir lalu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat demi pembangunan daerah.
Hasil dari kerja sama lintas sektoral itu dapat dilihat dari perkembangan Jawa Tengah yang kini semakin banyak dilirik investor.
"Perkembangan kawasan industri di Batang terbukti menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar. Dampaknya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat," klaimnya.
Dalam acara tersebut, Luthfi juga mengajak seluruh purnawirawan Polri untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Menurutnya, masa purnabakti bukan berarti berhenti mengabdi, melainkan memasuki babak baru untuk tetap menjadi teladan.
“Purnabakti bukan merupakan akhir, tetapi awal dalam rangka kita mengabdi dan menjadi suri teladan bagi generasi yang akan datang,” pesannya.