TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Candi Merak merupakan salah satu peninggalan sejarah Hindu yang terletak di Dusun Candi Merak, Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah.
Candi ini berasal dari masa Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8 hingga ke-9, dan dinamakan “Merak” karena dahulu banyak terdapat sarang burung merak di sekitarnya.
Lokasi Candi Merak ini berjarak 44 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 1 jam 23 menit kendaraan pribadi.
Candi Merak diperkirakan dibangun antara tahun 830–900 Masehi.
Awalnya ditemukan pada 1925 sebagai lahan kosong dengan beberapa batu dan arca yang tampak terkubur, serta sebuah pohon besar bernama Pohon Joho.
Pemugaran pertama dilakukan oleh pemerintah Belanda pada 1936, yang berhasil menyusun bagian kaki candi.
Setelah itu, pemerintah Indonesia melakukan pra-pemugaran pada 1985 dengan pengumpulan batu, dokumentasi, dan pencocokan bagian-bagian candi.
Pemugaran selesai pada tahun 2012, menjadikan Candi Merak kembali berdiri sebagai salah satu candi Hindu yang menarik untuk dikunjungi.
Candi Merak terdiri dari satu candi induk berbentuk bujur sangkar berukuran 8,38 x 8,38 meter dan tiga candi perwara, meski hanya tersisa kaki dan sebagian tubuhnya.
Arah candi induk menghadap timur, sedangkan candi perwara menghadap barat.
Tangga candi dihiasi makara, kepala ular mitologi dengan mulut terbuka yang berisi arca burung, serta hiasan kepala kala tanpa taring di pintu masuk.
Relief di tangga dan tubuh candi menampilkan berbagai motif: pohon kaltaparu, bunga teratai, makhluk khayangan, dan tokoh mitologi seperti yaksa.
Baca juga: Rekomendasi Wisata Klaten Mini Zoo Pony Park di Kelurahan Mojayan, Tempat Tamasya Favorit Anak-anak
Bilik candi induk tampak kosong, hanya terdapat yoni berukuran besar dengan hiasan kura-kura, naga, dan nandi.
Selasar mengelilingi tubuh candi dengan lebar sekitar 0,60 meter, dihiasi antefiks dan relief bunga teratai, sementara dinding luar penampil menampilkan relief dewa-dewa seperti Durga dan Ganesa.
Atap candi berbentuk piramida bertingkat tiga dengan hiasan geometris, ratna, antefiks, serta pahatan arca tokoh setengah badan.
Candi Merak memiliki sejumlah keunikan yang membedakannya dari candi lain:
Wisatawan dapat mengunjungi Candi Merak pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00–16.00 WIB.
Tiket masuk gratis, namun pengunjung wajib menaati peraturan di kawasan candi untuk menjaga kelestariannya.
Candi Merak menjadi alternatif destinasi sejarah selain Candi Prambanan, menawarkan nilai budaya, estetika, dan edukasi mengenai perkembangan agama Hindu di Jawa Tengah.
(*)