Resmi Berstatus Tanggap Darurat Kekeringan, BPBD Lumajang Kerahkan 3 Truk Tangki ke Ranuyoso
Sudarma Adi July 11, 2026 06:32 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG – Memasuki fase awal musim kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bergerak cepat mengintervensi wilayah rawan kekeringan.

Petugas resmi menyalurkan bantuan air bersih perdana kepada masyarakat di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Sabtu (11/7/2026).

Langkah taktis ini diambil setelah sumur-sumur bor andalan warga di kawasan Lumajang Utara tersebut dilaporkan mulai mengering akibat penurunan drastis debit sumber air bawah tanah harian mereka.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa percepatan penanganan krisis air ini dilakukan menyusul diterbitkannya Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026 yang menetapkan wilayah Lumajang masuk dalam status tanggap darurat bencana kekeringan, krisis air bersih, serta karhutla.

Baca juga: Berkah Piodalan di Senduro Lumajang, Pedagang dan Pengusaha Homestay Raup Puluhan Juta dalam 12 Hari

"Sebagai langkah awal implementasi status tanggap darurat, kami langsung mengerahkan tiga armada truk tangki air bersih. Total ada 15 titik posko distribusi yang kami sasar di Desa Jenggrong," ujar Isnugroho, Sabtu (11/7/2026).

Adapun belasan titik tandon air bersih darurat tersebut disebar secara merata pada lima dusun yang mengalami dampak paling parah, meliputi Dusun Tanah Gatal, Gemuling, Lumpang, Krajan, dan Dusun Baka Utara.

Ratusan Jiwa Terdampak, Potensi Meluas di Enam Kecamatan

Berdasarkan data manifes kedinasan pada hari pertama penyaluran, intervensi pasokan air bersih ini setidaknya langsung dirasakan manfaatnya oleh 124 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 424 jiwa yang tersebar di perbatasan Ranuyoso.

Isnugroho memproyeksikan angka lingkungan terdampak ini berpotensi terus merangkak naik seiring berjalannya musim kemarau. Merujuk hasil pemetaan mitigasi sebelumnya, ancaman krisis air bersih tahun ini membayangi total 19 desa yang tersebar di enam kecamatan rawan di Kabupaten Lumajang.

"Oleh karena itu, pola operasional distribusi air bersih akan kami gulirkan secara bertahap dan bergilir. Evaluasi harian terus berjalan disesuaikan dengan dinamika fluktuasi pasokan air di lapangan serta tingkat urgensi kebutuhan konsumsi domestik masyarakat," jelasnya.

Aparatur Perkuat Sinergitas, Siapkan Hotline WhatsApp Darurat

Guna memastikan ketepatan sasaran akurasi dropping air, BPBD Lumajang gencar membangun jembatan koordinasi dengan jajaran pemerintah desa (Pemdes) untuk memantau langsung ketahanan sisa debit mata air warga.

Ia menilai partisipasi aktif dari masyarakat sekitar berupa pemberian informasi dini sangat membantu memotong birokrasi penanganan logistik bencana di lapangan. Di sisi lain, warga juga diwanti-wanti untuk lebih bijak memprioritaskan pemanfaatan air bersih untuk kebutuhan pokok (makan dan minum) ketimbang aktivitas sekunder.

"Bagi masyarakat yang daerah atau sumber lingkungannya mulai menunjukkan indikasi kering total, kami minta jangan menunggu sampai kehabisan air. Segera koordinasikan melalui perangkat desa setempat atau hubungi langsung pusat Layanan Darurat BPBD Lumajang via aplikasi WhatsApp di nomor 0812-3457-0077 agar tim reaksi cepat kami bisa segera melakukan asesmen," pungkas Isnugroho.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.