Cerita Hilton Moreira Kenang Masa Keemasan Sriwijaya FC: Bingung Rancang Selebrasi Unik
tarso romli July 11, 2026 07:27 PM

 

 

Baca juga: Legenda Sriwijaya FC Tony Sucipto Balik ke Palembang Perkuat Sumsel United

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kenangan indah masa kejayaan bersama skuad Laskar Wong Kito kembali diungkit oleh salah satu legenda asing Sriwijaya FC, Hilton Moreira. Penyerang asal Brasil ini menceritakan salah satu kebiasaan unik para penggawa Sriwijaya FC saat mendominasi kompetisi sepak bola tanah air di masa keemasan mereka.

Bukan strategi pertandingan yang membuat mereka pusing, melainkan bagaimana cara merayakan gol di hadapan ribuan suporter setia di stadion.

Kebiasaan merancang koreografi selebrasi tersebut rutin mereka diskusikan sesaat sebelum turun ke lapangan hijau.

"Pada musim kompetisi 2011/2012, kami bahkan sampai bingung memikirkan mau pakai selebrasi apa lagi. Saat berada di dalam ruang ganti sebelum pertandingan dimulai, kami selalu menyiapkan dan merancang gerakan itu bersama-sama," ujar Hilton Moreira sembari tersenyum, Sabtu (11/7/2026).

Hilton mengungkapkan, dirinya dan rekan-rekan setim kala itu kerap menyiapkan berbagai gaya yang menghibur, mulai dari gerakan hormat serempak ke arah tribun penonton hingga aksi teaterikal lainnya.

Namun, aktor utama di balik ide-ide gila dan kreatif tersebut adalah sang kapten sekaligus top skor tim, Keith Kayamba Gumbs.

"Kayamba Gumbs adalah orang yang paling banyak ide untuk urusan selebrasi. Mulai dari gaya lumba-lumba, Spiderman, dan banyak lagi. Publik sepak bola Palembang pasti masih ingat dengan momen-momen ikonik itu," kenangnya.

Lebih lanjut, Hilton membeberkan beberapa momen selebrasi paling jenaka yang pernah mengguncang Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Di antaranya adalah aksi bek tangguh Nova Arianto yang menirukan gaya hantu suster ngesot, hingga aksi pura-pura mencukur rambut yang dipimpin oleh Kayamba.

Selain itu, ada pula momen ikonik saat jenderal lapangan tengah Firman Utina berlagak layaknya seorang dirigen suporter, serta Muhammad Ridwan yang membagikan amplop THR fiktif kepada sesama pemain usai membobol gawang lawan.

Baca juga: Eks Winger Sriwijaya FC Roby Bersinar Bersama Pertamina, Langganan Top Skor hingga Best Player

Kreativitas tanpa batas ini pula yang membuat tim peraih double treble tersebut selalu dirindukan.

"Bahkan dulu saya ingat betul, suporter di tribun sering berteriak lantang meminta kami melakukan selebrasi unik setiap kali tim mendapatkan peluang emas," tambah Hilton.

Namun, kejayaan tersebut kini berbanding terbalik dengan realitas pahit yang harus dihadapi.

Melihat kondisi Sriwijaya FC saat ini yang harus terlempar dan berkompetisi di kasta terendah Liga 3 nasional, menyisakan kesedihan mendalam di hati sang mantan ujung tombak Elang Andalas tersebut.

"Jujur, hati saya sangat sedih melihat kondisi klub saat ini. Namun, inilah kenyataan sepak bola yang harus kita terima. Harapan saya, Sriwijaya FC harus segera berbenah dan bangkit kembali ke kasta tertinggi," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.