Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur meraih penghargaan institusi dengan Kinerja Komunikasi Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) serta Environmental, Social, and Governance (ESG) Terbaik pada ajang Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026.
"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan komunikasi publik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun kepercayaan, mendorong partisipasi masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap kebijakan dan program pembangunan di Jawa Timur," ujar Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan di Surabaya, Sabtu.
Pemprov Jatim meraih penghargaan Kategori Khusus "Institusi dengan Kinerja Komunikasi DEI dan ESG di Media Sosial Pilihan PR Indonesia" dalam ajang The 5th Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026.
Khofifah mengatakan media sosial telah menjadi kanal strategis bagi pemerintah untuk menyampaikan informasi secara cepat, akurat, terbuka, dan mudah diakses masyarakat di tengah percepatan transformasi digital.
Menurutnya, komunikasi publik harus mampu menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat secara efektif.
"Komunikasi yang baik bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan masyarakat memahami, merasakan manfaat, serta terlibat dalam setiap proses pembangunan. Inilah esensi komunikasi publik yang berdampak," kata Khofifah.
Ia menjelaskan penghargaan tersebut juga menjadi pengakuan atas upaya Pemprov Jatim dalam mengintegrasikan prinsip DEI dan ESG ke dalam strategi komunikasi publik, khususnya melalui berbagai kanal media sosial pemerintah.
Menurut Khofifah, nilai keberagaman, kesetaraan, inklusivitas, kepedulian sosial, tata kelola pemerintahan yang baik, hingga keberlanjutan lingkungan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai program pembangunan di Jatim.
"Seluruh program pembangunan Jatim kami dorong agar tidak hanya menghasilkan output, tetapi juga memberi dampak sosial yang nyata, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta dilakukan dengan tata kelola yang akuntabel dan transparan. Nilai-nilai tersebut juga harus tercermin dalam komunikasi yang kami bangun kepada publik," ujarnya.
Ia menambahkan komunikasi publik yang berkualitas menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Karena itu inovasi komunikasi akan terus diperkuat seiring perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang kredibel, mudah dipahami, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Ke depan kami akan terus memperkuat komunikasi publik yang humanis, inklusif, berbasis data, serta memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Komunikasi publik harus mampu menghadirkan harapan, membangun kolaborasi, dan menjadi energi positif dalam mewujudkan Jawa Timur yang maju, adil, makmur, unggul, dan berkelanjutan," kata Khofifah.





