TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tangis Ade Melriza (47) pecah saat TribunPadang.com mengunjungi rumahnya di Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (11/7/2026).
Air mata ibu dari mahasiswa Universitas Andalas (Unand) angkatan 2022, Ryan Al Ghifari, itu tak terbendung ketika mengenang kepergian anak sulungnya yang meninggalkan rumah sejak November 2025 lalu dan hingga kini belum kembali.
Di tengah kesedihannya, Ade hanya memiliki satu harapan, yakni Ryan segera pulang.
"Ryan, pulang nak, temui mama. Mama sudah tidak kuat seperti ini. Mama tidak marah kalau Ryan pulang. Kami semua akan bahagia kalau Ryan kembali. Ayolah pulang, Nak. Setiap siang dan malam mama selalu berdoa agar Ryan pulang," kata Ade sambil menangis dan memegang foto anaknya, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga: Mahasiswa Unand Ryan Al Ghifari Hilang Sejak November 2025, Orangtua: Pagi Sudah Tak di Kamar
Di sela isak tangisnya, Ade mengaku tak kuasa membayangkan seandainya Ryan tidak meninggalkan rumah pada November tahun lalu.
Menurutnya, putra sulungnya itu seharusnya mengikuti wisuda di Universitas Andalas pada Minggu (12/7/2026).
"Besok ada 16 orang teman sejurusan anak saya yang wisuda. Seharusnya Ryan juga ikut wisuda karena mata kuliahnya hampir selesai saat dia meninggalkan rumah," ujarnya.
Hal itu diketahuinya dari dosen jurusan Ryan.
"Kata dosennya, kalau tidak terjadi seperti ini, Ryan seharusnya lulus cum laude. Besok harusnya dia wisuda," katanya.
Ade mengatakan Ryan dikenal sebagai mahasiswa berprestasi.
Bahkan, indeks prestasi kumulatif (IPK) terakhir Ryan mencapai angka sempurna.
"Ini IPK terakhirnya sebelum meninggalkan rumah, bisa dilihat 4,00," katanya sambil menunjukkan nilai akademik anaknya.
Baca juga: Anak 3,5 Tahun Hilang Sejak Sabtu, Diduga Hanyut di Sungai Dekat Rumah di Pasaman
Ade mengaku berencana menghadiri wisuda teman-teman Ryan.
Namun, ia masih ragu karena khawatir tidak mampu menahan kesedihan.
"Saya ingin menyaksikan wisuda besok. Tapi saya takut tidak kuat melihat teman-temannya wisuda," ujarnya.
Meski demikian, ia masih menyimpan harapan agar suatu hari nanti dapat menyaksikan Ryan menyelesaikan kuliahnya.
"Saya ingin melihat dia menyelesaikan kuliah dan diwisuda," ucapnya.
Diketahui, Ryan Al Ghifari, mahasiswa Universitas Andalas (Unand) angkatan 2022, hilang kabar setelah meninggalkan rumahnya di Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.
Hampir delapan bulan berlalu tanpa kabar. Ade mengaku baru mengetahui anaknya meninggalkan rumah saat bangun untuk salat Subuh.
"Saya tahu Ryan meninggalkan rumah saat subuh. Waktu bangun tidur, saya lihat pintu rumah tidak dikunci. Saya pikir papanya yang keluar untuk buang sampah. Namun saat saya hendak membangunkan adiknya, Ryan sudah tidak ada di kamar," katanya.
Setelah memastikan Ryan tidak berada di rumah, Ade langsung menanyakan keberadaan anaknya kepada seluruh anggota keluarga. Namun, tidak seorang pun mengetahui ke mana Ryan pergi.
"Saya tanyakan kepada semua yang ada di rumah, kepada kedua adiknya dan ayahnya. Mereka juga tidak tahu karena Ryan tidak memberi tahu akan pergi ke mana. Adiknya hanya tahu malam itu Ryan sempat mandi, setelah itu tidak tahu lagi ke mana perginya," ujarnya.
Merasa ada firasat yang tidak baik, Ade kemudian mencari berbagai petunjuk. Namun, ia hanya menemukan laptop, telepon genggam, dompet berisi uang, serta kartu identitas Ryan yang masih berada di atas meja kamar.
"Saat itu saya langsung membuka laptop Ryan untuk mencari percakapannya di WhatsApp. Tapi saya tidak mendapatkan petunjuk sama sekali," katanya.
Ia juga bertanya kepada para tetangga, namun tidak ada yang melihat Ryan pergi.
"Saya tanyakan ke tetangga apakah ada yang melihat Ryan. Tapi tidak ada yang melihat, mungkin karena saat itu sudah larut malam dan hujan. CCTV di sekitar rumah juga tidak merekam Ryan saat pergi," ujarnya.
Karena tak kunjung menemukan petunjuk, Ade bersama suaminya, Irvan Adrian (52), terus mencari keberadaan Ryan dengan mendatangi rumah hingga tempat kos teman-teman sekolah dan kuliahnya.
"Saya sudah mendatangi rumah sampai kos teman-teman Ryan. Tapi tidak ada petunjuk sama sekali," katanya.
Keluarga juga telah melaporkan hilangnya mahasiswa Jurusan Informatika tersebut ke Polsek, Polresta Padang hingga Polda Sumatera Barat.
"Saya sudah melaporkan ke Polsek, Polresta Padang hingga Polda. Namun sampai delapan bulan Ryan hilang, saya belum mendapatkan informasi apa pun," ujarnya.
Di tengah pencarian itu, Sumatera Barat dilanda banjir dan longsor pada akhir November 2025.
Ade mengaku sempat khawatir anaknya menjadi salah satu korban bencana.
Bahkan, ia menyerahkan sampel DNA di RS Bhayangkara Padang untuk dicocokkan dengan identitas korban.
"Saat itu saya ingin memastikan apakah anak saya menjadi korban bencana. DNA saya tinggalkan di RS Bhayangkara, tapi hasilnya tidak ada yang cocok," katanya.
Menurut Ade, Ryan dikenal sebagai anak yang berprestasi, baik di lingkungan keluarga maupun kampus.
Bersama teman-temannya, Ryan juga berhasil menciptakan aplikasi sistem informasi pelayanan dan pengelolaan administrasi kepegawaian Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat.
"Nilainya di atas rata-rata, bahkan mendapat penghargaan dari Pemprov Sumbar atas aplikasi yang ia ciptakan," ujarnya.
Ayah Ryan, Irvan Adrian, juga terus berusaha mencari putra sulungnya.
"Hampir seluruh wilayah Kota Padang saya datangi. Saya mencari anak saya dan menempelkan fotonya di berbagai tempat agar ada yang memberikan petunjuk," katanya.
Irvan mengaku tidak melihat tanda-tanda apa pun sebelum Ryan meninggalkan rumah.
"Sekitar 15 hari sebelum dia meninggalkan rumah, sikapnya tidak berubah. Dia seperti biasa, lebih banyak di rumah dan selalu ceria dengan adik-adiknya," tuturnya.
Hingga kini, Irvan dan Ade masih berharap Ryan segera pulang.