Dinkes Sidoarjo Temukan 7.182 Kasus HIV yang Didominasi Usia Produktif
Cak Sur July 11, 2026 10:32 PM

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), mendata sebanyak 7.182 kasus Orang Dengan HIV (ODHIV) telah ditemukan di Kota Delta.

Mirisnya, angka penularan penyakit mematikan ini didominasi oleh kelompok usia produktif berusia 25 hingga 40 tahun.

Guna meminimalisir penularan yang semakin tinggi di wilayah tersebut, petugas gabungan di Sidoarjo kini kian gencar melakukan razia dan penertiban warung remang-remang.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Akan Bongkar Ratusan Kafe dan Karaoke Ilegal di Jabon

RAZIA - Operasi gabungan berskala besar di kawasan eks Tol HK, Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur pada 4 Juli 2026 lalu. Hasilnya, petugas mengamankan puluhan botol minuman keras tanpa izin edar dan membawa sebanyak 49 orang perempuan pemandu lagu (LC) untuk didata.
RAZIA - Operasi gabungan berskala besar di kawasan eks Tol HK, Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur pada 4 Juli 2026 lalu. Hasilnya, petugas mengamankan puluhan botol minuman keras tanpa izin edar dan membawa sebanyak 49 orang perempuan pemandu lagu (LC) untuk didata. (Surya.co.id/M Taufik)

Usia Produktif Jadi Perhatian Khusus Dinkes Sidoarjo

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kabupaten Sidoarjo, Rahmi Alfiyanti Nisaul Khoirot, membenarkan bahwa kelompok usia produktif menjadi fokus utama dalam upaya pengendalian HIV saat ini.

"Kalau dilihat dari kelompok umur, paling tinggi memang usia 25 sampai 40 tahun. Jumlahnya mencapai 3.767 orang. Ini merupakan kelompok usia produktif," ujar Rahmi saat memberikan keterangan resmi.

Selain kelompok usia produktif tersebut, Dinkes Sidoarjo juga merinci persebaran kasus berdasarkan kelompok umur lainnya:

  • Usia 18-24 tahun: 999 kasus
  • Usia di atas 50 tahun: 2.240 orang
  • Usia 11-17 tahun: 60 orang
  • Usia 0-10 tahun: 116 anak

Secara sebaran domisili, dari total 7.182 ODHIV yang terdata, sebanyak 4.518 orang merupakan warga asli Sidoarjo, sedangkan 2.664 orang lainnya berasal dari luar daerah.

Berdasarkan jenis kelamin, penderita laki-laki mendominasi dengan 4.593 kasus, sementara perempuan tercatat sebanyak 2.589 kasus.

Baca juga: Warga Sidoarjo Tuntut Pembongkaran Tempat Prostitusi Terselubung di Eks Tol HK Jabon

PENERTIBAN - Operasi penertiban skala besar oleh petugas gabungan di kawasan eks Tol HK, Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur pada 4 Juli 2026. Selain menemukan banyak minuman keras, petugas gabungan juga mengamankan 49 orang perempuan pemandu lagu.
PENERTIBAN - Operasi penertiban skala besar oleh petugas gabungan di kawasan eks Tol HK, Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur pada 4 Juli 2026. Selain menemukan banyak minuman keras, petugas gabungan juga mengamankan 49 orang perempuan pemandu lagu. (Surya.co.id/M Taufik)

Status Pengobatan dan Ancaman Lost to Follow Up (LFU)

Dari keseluruhan kasus yang ditemukan, tercatat sebanyak 4.782 ODHIV masih hidup. Namun, kepatuhan pengobatan masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Saat ini, baru 3.064 orang yang aktif menjalani terapi antiretroviral (ARV).

Sementara itu, sebanyak 1.708 orang masuk dalam kategori lost to follow up (LFU), atau tidak lagi melanjutkan pemantauan serta pengobatan rutin.

Kondisi tersebut sangat diwaspadai, karena berpotensi mempercepat keparahan penyakit dan meningkatkan risiko penularan baru.

 Adapun data kematian mencatat sebanyak 1.718 ODHIV telah meninggal dunia, dan 692 orang lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan di luar daerah.

Baca juga: Polresta Sidoarjo Selidiki Dugaan Prostitusi dan Perdagangan Orang di Eks Tol HK Jabon

PENERTIBAN - Puluhan perempuan pemandu lagu terjaring razia saat operasi penertiban kawasan eks Tol HK, Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur pada 4 Juli 2026 lalu. Selain itu, ada ratusan bangunan yang berdiri di kawasan itu, sebagian digunakan untuk tempat karaoke, serta sebagian lainnya biasa dipakai jualan warung kopi, angkringan dan sebagainya.
PENERTIBAN - Puluhan perempuan pemandu lagu terjaring razia saat operasi penertiban kawasan eks Tol HK, Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur pada 4 Juli 2026 lalu. Selain itu, ada ratusan bangunan yang berdiri di kawasan itu, sebagian digunakan untuk tempat karaoke, serta sebagian lainnya biasa dipakai jualan warung kopi, angkringan dan sebagainya. (Surya.co.id/M Taufik)

LSL Jadi Kelompok Populasi Berisiko Tertinggi

Berdasarkan hasil identifikasi Dinkes Sidoarjo, kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan total 1.193 kasus.

Di posisi kedua ditempati oleh pelanggan penjaja seksual sebanyak 535 orang, diikuti oleh pasien tuberkulosis (TB) sebanyak 468 orang.

Kasus penularan juga menyasar kelompok rentan lainnya:

  • Pasangan ODHIV: 445 kasus
  • Pasangan berisiko tinggi: 397 kasus
  • Wanita Pekerja Seks (WPS): 204 orang
  • Ibu hamil: 200 orang
  • Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP): 90 orang
  • Waria: 73 orang
  • Pengguna narkotika suntik: 51 orang

Selain itu, ditemukan pula masing-masing 35 kasus pada calon pengantin dan anak dari penderita ODHIV, 29 pasien infeksi menular seksual (IMS), serta 6 pasien hepatitis.

Meski demikian, terdapat 3.427 kasus lainnya yang hingga saat ini belum teridentifikasi secara spesifik berdasarkan kelompok populasi risiko.

Kesimpulan: Guna menekan angka penularan HIV yang didominasi usia produktif di Sidoarjo, Dinkes mengimbau peningkatan kesadaran terapi ARV bagi penderita aktif serta mengintensifkan razia tempat prostitusi terselubung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.