TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PT Rindu Tenang Indonesia (RTI) menggelar Sumatera Utara Chess Prodigy (SUCP) 2026 Grand Excellence Trophy, sebuah turnamen catur pelajar berstandar internasional yang diharapkan menjadi wadah lahirnya bibit-bibit pecatur muda sekaligus mendorong pembinaan olahraga catur di Sumatera Utara secara berkelanjutan. Turnamen tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Grandhika Medan, pada 11-12 Juli 2026.
Founder dan CEO PT Rindu Tenang Indonesia, Richa Arie Sandy, mengatakan penyelenggaraan SUCP 2026 merupakan bagian dari visi perusahaan dalam membangun karakter generasi muda melalui olahraga catur dengan pendekatan Inside-Out Leadership.
Menurutnya, turnamen tersebut tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara, tetapi juga menghadirkan proses pembelajaran yang memberikan pengalaman bertanding dan edukasi dengan standar internasional.
"Keterlibatan FM Arif Rahman Saragih dan IM Andyka Pitra FI dalam SUCP 2026 merupakan wujud standar kualitas yang ingin kami hadirkan. Kami tidak sekadar menyelenggarakan sebuah turnamen, tetapi ingin membangun ekosistem pembinaan yang mampu melahirkan talenta-talenta catur berkelas dunia," kata Richa kepada awak media.
Untuk mendukung tujuan tersebut, RTI menggandeng pecatur nasional sekaligus pelatih internasional FM Arif Rahman Saragih sebagai mitra strategis. Selain itu, IM Andyka Pitra FI juga akan hadir dalam program Exclusive Chess Experience yang menjadi salah satu agenda utama dalam penyelenggaraan SUCP 2026.
Program itu akan diisi dengan Simultan Sessions dan Coaching Clinic, sehingga para peserta tidak hanya bertanding, tetapi juga memperoleh kesempatan belajar langsung dari pecatur yang memiliki pengalaman di tingkat internasional.
Richa menilai konsep tersebut masih jarang ditemukan dalam kompetisi catur tingkat daerah. Karena itu, pihaknya berharap SUCP 2026 mampu menjadi wadah pembinaan yang memberikan pengalaman berbeda bagi para pelajar di Sumatera Utara.
Sementara itu, FM Arif Rahman Saragih akan membawa pengalaman internasionalnya ke dalam ajang tersebut. Arif baru saja mengikuti turnamen internasional Medunarodni Memorijalni Turnir "Bajro Isakovic 2026" di Bosnia dan Herzegovina pada April dan Juni 2026.
Dengan pengalaman melatih lebih dari 10 tahun di berbagai negara, Arif diharapkan dapat membagikan teknik bermain, strategi pertandingan, hingga membangun pola pikir kompetitif kepada para peserta.
Sebagai bentuk dukungannya terhadap pembinaan atlet muda, Arif juga mempersembahkan Grand Excellence Trophy yang akan menjadi trofi utama dalam kompetisi tersebut. Piala itu diharapkan menjadi simbol prestasi sekaligus motivasi bagi para pecatur muda untuk terus meningkatkan kemampuan mereka.
International Master (IM) Andyka Pitra FI menyambut baik penyelenggaraan SUCP 2026. Menurutnya, antusiasme pecatur junior di Sumatera Utara sangat tinggi sehingga turnamen seperti ini layak digelar secara rutin setiap tahun.
"Saya melihat antusiasme anak-anak junior sangat luar biasa. Kalau kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun, tentu akan sangat bagus untuk perkembangan catur di Sumatera Utara. Baru terlihat bahwa mereka sangat siap hadir dan memiliki semangat yang tinggi untuk bertanding," ujarnya.
Andyka menilai Sumatera Utara masih membutuhkan lebih banyak turnamen berkualitas agar perkembangan atlet muda tidak tertinggal dari daerah lain, khususnya di Pulau Jawa.
"Kalau dibandingkan dengan Pulau Jawa, kita memang masih tertinggal karena event seperti ini masih jarang digelar. Jadi kami berterima kasih kepada penyelenggara yang sudah menghadirkan kompetisi ini," katanya.
Hal senada disampaikan FM Arif Rahman Saragih. Ia berharap SUCP 2026 menjadi awal lahirnya generasi baru pecatur Sumatera Utara yang mampu berprestasi di level nasional maupun internasional.
Menurut Arif, olahraga catur juga dapat menjadi sarana positif bagi anak-anak untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.
"Harapan kami tentu melahirkan generasi pecatur baru. Jangan sampai anak-anak hanya menghabiskan waktu bermain gadget. Catur memberikan banyak dampak positif karena melatih konsentrasi, strategi, dan cara berpikir. Bahkan di Universitas Sumatera Utara, catur sudah menjadi mata kuliah wajib. Itu menjadi sebuah langkah yang patut diapresiasi," ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan SUCP 2026, RTI berharap mampu menghadirkan ekosistem pembinaan catur yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda Sumatera Utara yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
PT Rindu Tenang Indonesia sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang experiential learning dan manajemen event strategis. Dalam setiap programnya, perusahaan mengusung tiga nilai utama, yakni Boss Energy, Inside-Out Leadership, dan Quiet Luxury, sebagai landasan dalam merancang berbagai kegiatan pengembangan sumber daya manusia serta penyelenggaraan event.
(Cr29/tribun-medan.com)