Misteri Kematian Nenek di Surabaya Belum Terungkap, Polisi Masih Buru Pelaku
Cak Sur July 11, 2026 10:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya masih memburu pelaku pembunuhan seorang nenek berinisial WI (69). Korban ditemukan tewas mengenaskan tanpa busana di dalam rumahnya, di Jalan Candi Lontar, Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap kasus tragis yang terjadi pada Selasa (23/6/2026) sore tersebut, sejumlah personel kepolisian telah dikerahkan untuk melacak keberadaan pelaku.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Raditya Herlambang, menyatakan bahwa jajarannya sedang bekerja keras di lapangan untuk mengidentifikasi profil pelaku. Penyelidikan ini juga dibantu oleh Unit Reskrim Polsek Lakarsantri.

"Mohon doanya agar segera terungkap. Masih kami dalami sesuai petunjuk di TKP. Beberapa saksi sudah kami periksa," ujar AKP Raditya Herlambang saat dihubungi SURYA.co.id pada Sabtu (11/7/2026).

Baca juga: Breaking News: Nenek di Surabaya Ditemukan Meninggal Tak Wajar dalam Rumah

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Ketua RT 03 RW 07 Lontar, Khoirul Anam (45), menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh anak sulungnya, AK, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat pulang kerja, AK mendapati rumah dalam kondisi gelap dengan lampu teras dan ruang tamu mati.

Awalnya, AK mengira ibunya sedang pergi bersama adiknya, SI. Namun, setelah menghubungi SI yang ternyata masih bekerja, AK curiga lalu memutuskan masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah, AK terkejut menemukan ibunya sudah tak bernyawa dalam posisi tertelungkup tanpa busana di area pembatas antara ruang tamu dan ruang tengah.

"Pas pintu dibuka, sudah lihat jenazah. Versi dia pintu tertutup, karena kalau terbuka dia pasti sudah tahu," kata Khoirul.

Luka Janggal dan Barang Bukti yang Tertinggal

Berdasarkan pemeriksaan fisik awal di lokasi kejadian, ditemukan luka memar kehitaman di wajah korban, serta luka bakar melingkar berukuran kecil di kedua pergelangan tangan korban.

Selain luka-luka mencurigakan tersebut, polisi juga mengamankan potongan selotip lakban sepanjang satu jengkal dengan beberapa helai rambut korban yang menempel erat pada bagian perekatnya.

"Kayak lakban bekas pakai, sudah sobek, itu nempel rambut. Ukuran panjang seperti panjang ponsel. Diduga untuk membungkam biar tidak teriak," ungkap Khoirul.

Meskipun kondisi perabotan rumah tetap rapi tanpa ada kerusakan, sejumlah barang berharga milik korban dilaporkan hilang, di antaranya:

  • Satu unit ponsel Android milik korban.
  • Dompet berisi kartu identitas (KTP) korban.

Korban Dikenal Ramah dan Aktif Bermasyarakat

Di mata warga sekitar, korban WI dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Korban juga diketahui tidak pernah berselisih paham dengan keluarga maupun tetangga sekitar.

Kasus pembunuhan ini menjadi perhatian serius aparat keamanan. Berdasarkan data Polda Jatim, angka kasus pembunuhan di wilayah Jawa Timur tercatat sebanyak 104 kasus pada tahun 2024 (94 terselesaikan), dan menurun menjadi 75 kasus pada tahun 2025 (54 terselesaikan).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.