Pertama di Sumut, EBUS di RS Adam Malik Permudah Diagnosis Tumor Paru
Ayu Prasandi July 12, 2026 01:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Rumah Sakit (RS) Adam Malik Medan memperkuat layanan kesehatan paru dengan menghadirkan Endobronchial Ultrasound (EBUS), teknologi bronkoskopi yang dipadukan dengan ultrasonografi (USG) untuk membantu diagnosis penyakit saluran pernapasan secara lebih akurat.

Dokter Spesialis Paru RS Adam Malik, dr. Netty Yosefhin Damanik, Sp.P, FISR, menjelaskan EBUS merupakan alat bronkoskopi yang dilengkapi dengan ultrasound sehingga mampu melihat struktur saluran pernapasan secara lebih rinci sekaligus mengambil sampel jaringan atau biopsi pada lokasi yang sulit dijangkau.

Menurutnya, tingkat akurasi alat tersebut dalam membantu diagnosis penyakit paru mencapai lebih dari 90 persen.

“Ini alat khusus yang berbeda dengan alat bronkoskopi biasa. Di ujung scope alat bronkoskopi ini ada ultrasound untuk mendeteksi pembesaran kelenjar getah bening di balik dinding mukosa bronkus. Kemudian juga dapat mendeteksi massa di balik dinding mukosa percabangan bronkus,” ujar dr. Netty dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026).

Ia mengatakan, EBUS memungkinkan dokter melakukan biopsi pada pembesaran kelenjar getah bening maupun massa yang tidak terlihat melalui bronkoskopi konvensional.

“Nilai dari akurasi alat ini di atas 90 persen menurut referensi, karena dapat membiopsi pembesaran KGB ataupun massa yang tidak terlihat di percabangan bronkus,” katanya.

Selain meningkatkan akurasi diagnosis, EBUS juga dilengkapi teknologi USG Doppler yang membantu dokter melihat pembuluh darah di sekitar area tindakan.

Fitur tersebut dinilai dapat mengurangi risiko perdarahan saat proses biopsi.

“Di sini ada dilengkapi juga dengan USG Doppler untuk mendeteksi gambaran pembuluh darah, sehingga potensi terjadinya perdarahan sangat kecil. Karena kita tidak membiopsi secara blind, tetapi dapat membiopsi target yang kita tuju tanpa mengenai pembuluh darah,” jelasnya.

EBUS dimanfaatkan untuk membantu menegakkan diagnosis pada pasien yang berdasarkan hasil CT Scan maupun pemeriksaan radiologi diduga mengalami tumor paru atau tumor mediastinum, yakni pertumbuhan sel abnormal di rongga antara kedua paru-paru.

“EBUS ini digunakan untuk pasien-pasien yang terdiagnosa secara CT Scan atau pemeriksaan radiologi kemungkinan tumor paru maupun tumor mediastinum,” ujarnya.

Dengan prosedur yang bersifat minimal invasif, penggunaan EBUS diharapkan dapat mendukung penanganan berbagai penyakit paru dan sistem pernapasan secara lebih efektif tanpa harus melalui operasi bedah terbuka.

RS Adam Malik menyebut EBUS yang dimiliki rumah sakit tersebut saat ini menjadi satu-satunya alat sejenis yang tersedia di Sumatera Utara, sekaligus memperkuat layanan sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera bagian utara.

(cr26/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.