Kisah Khalyana Zahira Sandi, Siswi MAN 1 Lubuklinggau yang Sukses Tembus Paskibraka Nasional
Slamet Teguh July 12, 2026 01:32 PM

 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Khalyana Zahira Sandi berhasil menembus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional Tahun 2026.

Keberhasilan pelajar periang ini menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga dan sekolahnya, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model Lubuklinggau, tetapi juga masyarakat Kota Lubuklinggau dan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Ketatnya persaingan membuat Khalyana harus melalui proses seleksi yang panjang, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga verifikasi pusat.

Khalyana mengaku sangat bahagia dan bangga atas pencapaian yang diraihnya. Perjuangan menuju Paskibraka Nasional bukanlah perjalanan yang mudah.

"Rasanya senang dan bangga karena usaha yang saya lakukan selama ini tidak mudah. Bisa lolos sebagai Paskibraka Tingkat Nasional merupakan pencapaian yang sangat berarti," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, perjuangan panjang yang telah dilalui selama bertahun-tahun akhirnya terbayarkan karena ia bukan hanya mewakili nama sekolah ataupun kota, tetapi juga Provinsi Sumsel.

"Yang pertama kali terlintas di pikiran saya adalah rasa haru, karena ini merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam hidup saya. Bukan hanya mewakili sekolah atau kota, tetapi juga provinsi," ujarnya.

Menjadi anggota Paskibraka Nasional merupakan impian Khalyana sejak masih duduk di bangku SMP.

Sejak saat itu ia mulai mempersiapkan diri, terutama dalam menjaga kondisi fisik. Namun, persiapan yang lebih serius dan intensif mulai dijalani sejak awal masuk SMA.

"Tentunya Khal akan mengharumkan nama daerah serta provinsi di tingkat nasional. Harapan Khal ke depannya bisa terus membawa jiwa disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air yang Khal dapat sebagai Paskibraka," ungkapnya.

Baca juga: Sosok M Ikhsan Nugroho dan Khalyana Zahira Sandi, 2 Pelajar Asal Sumsel Lolos Paskibraka Nasional

Di balik keberhasilannya, Khalyana mengaku tantangan terbesar justru datang dari dirinya sendiri, yakni menghadapi tekanan mental dan rasa cemas.

"Dengan pencapaian ini saya bisa membuktikan bahwa saya pantas mendapatkannya," ujarnya.

Menurut Khalyana, keberhasilan yang diraihnya tidak lepas dari dukungan penuh orang tua dan teman-teman terdekat yang selalu memberikan semangat selama proses seleksi.

"Orang tua dan teman-teman terdekat memiliki peran yang sangat besar. Mereka selalu memberikan dukungan penuh dan menjadi penyemangat saya," tambahnya.

Kemudian, untuk membagi waktu antara sekolah dan persiapan seleksi, Khalyana menerapkan manajemen waktu yang disiplin dengan membuat jadwal kegiatan harian.

Ia pun menjalani aktivitas padat mulai dari sekolah, latihan fisik, hingga mengikuti les pada malam hari untuk mempersiapkan tes TWK, TIU, dan psikotes.

Menurutnya, pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti tahapan seleksi adalah kesempatan bertemu peserta dari seluruh Indonesia.

"Saya bisa bertemu teman-teman dari 38 provinsi. Banyak dari mereka yang kini menjadi teman baik, bahkan seperti saudara sendiri," tuturnya.

Disiplin dan tanggung jawab merupakan nilai utama yang wajib dimiliki oleh setiap anggota Paskibraka. Kini, setelah berhasil mencapai targetnya menjadi Paskibraka Nasional, Khalyana berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga masa karantina dan pelaksanaan Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

Ia juga berpesan kepada generasi muda yang bercita-cita menjadi anggota Paskibraka agar mempersiapkan diri sejak dini, baik dari segi fisik maupun mental.

"Motivasi yang mendorong saya untuk terus berjuang adalah keinginan membuktikan kemampuan diri dan menunjukkan bahwa saya layak menjadi Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.