Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Lonjakan kunjungan wisata selama musim libur sekolah kembali mengukuhkan Kabupaten Pangandaran sebagai satu destinasi wisata unggulan.
Selama 18 hari, sejak 25 Juni hingga 12 Juli 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke enam objek wisata utama mencapai 417.301 orang.
Tingginya arus wisatawan tersebut turut mendongkrak pendapatan daerah dari sektor retribusi objek wisata hingga mencapai Rp 7.246.275.000.
Tentu, capaian itu menjadi satu realisasi terbaik selama periode libur sekolah tahun ini dan melampaui proyeksi awal penerimaan daerah.
Berdasarkan data kunjungan objek wisata hingga 12 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, kawasan Pantai Pangandaran masih menjadi magnet utama dengan 249.673 pengunjung, atau hampir 60 persen dari total kunjungan.
Baca juga: Warga Pangandaran Rela Antre di Sumur Tua demi Air Bersih
Sementara itu, destinasi lain mulai Pantai Batukaras 77.413 wisatawan, Pantai Batu Hiu 25.708 wisatawan, Pantai Karapyak 24.707 wisatawan, Green Canyon 21.955 wisatawan, dan Pantai Madasari 17.845 wisatawan.
Puncak kunjungan terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026, ketika sebanyak 55.007 wisatawan memasuki enam objek wisata dalam sehari.
Sedangkan pada hari terakhir pencatatan, Minggu (12/7), data yang masuk hingga pukul 07.00 WIB masih mencatat 3.045 wisatawan, karena proses pendataan masih berlangsung.
Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan bahwa kunjungan wisata saat ini memang cukup signifikan.
"Sampai Minggu sore ini, retribusi pariwisata kemungkinan bisa mencapai Rp 7,5 miliar. Karena, masih ada wisatawan yang berdatangan," ujar Sarlan kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Minggu (12/7/2026) siang.
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, bersyukur, kunjungan wisatawan ke Pangandaran pada momen libur sekolah cukup ramai.
"Kemarin saja hampir Rp 7 miliar. Jadi lumayan ramai pariwisata sekarang. Yang pasti makin hari itu semakin meningkat," ucapnya
Tentu, besarnya jumlah wisatawan selama libur sekolah berdampak langsung terhadap meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
"Tingkat hunian hotel naik, restoran dan pelaku UMKM kebanjiran pembeli, sektor jasa wisata seperti perahu, pemandu, hingga pedagang di kawasan wisata juga ikut merasakannya," kata Citra.(*)