Pemain terhebat sepanjang masa kini tidak memiliki lagi hal yang perlu dibuktikan setelah memenangkan segalanya, dan ia akan berusia 42 tahun ketika kompetisi berikutnya digelar.
Saat berusia 39 tahun dan masa bermain mulai mendekati akhir, selalu ada kemungkinan seseorang terbangun dan menyadari bahwa semangatnya telah memudar.
Pertanyaan itulah yang harus dipertimbangkan oleh Lionel Messi dalam pekan terakhir Piala Dunia ini — apakah Argentina berhasil mempertahankan gelar mereka atau tidak.
Baik ia ingin mengakhiri karier di puncak kejayaan atau merasa tidak ada lagi yang perlu dibuktikan, pertanyaannya tetap sama: akankah Messi memutuskan untuk pensiun setelah Piala Dunia?
Namun, keputusan itu mungkin tidak sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan sepak bola semata.
Menurut Forbes, Messi adalah atlet dengan bayaran tertinggi ketiga di dunia, dan meskipun hanya sebagian dari pendapatannya berasal dari kontrak bermainnya di Inter Miami, jelas bahwa nilainya jauh lebih besar selama ia masih aktif bermain dibandingkan setelah pensiun nanti.
Ada pula unsur perencanaan masa depan dalam langkahnya. Kontrak sebelumnya bersama Inter Miami sebenarnya akan berakhir pada akhir tahun 2025, namun Messi menandatangani perpanjangan kontrak tiga tahun untuk memperpanjang masa tinggalnya di klub.
Kontrak baru tersebut membuat masa baktinya berlaku hingga usia 41 tahun, dan tanpa adanya tanda-tanda lain yang menunjukkan arah sebaliknya, hal itu menjadi indikasi kuat bahwa ia masih berencana bermain setelah Piala Dunia.
Namun, situasi ini bisa menjadi lebih rumit karena adanya beberapa klausul tidak biasa dalam kontraknya.
Saat ia pindah ke Florida, dilaporkan bahwa Messi akan menerima bagian dari pendapatan yang dihasilkan oleh mitra media MLS, Apple.
Yang lebih penting lagi, Messi juga disebut-sebut akan mendapatkan bagian kepemilikan di klub setelah pensiun, sesuai dengan ketentuan dalam kesepakatan awal kepindahannya.
Namun, belum jelas seperti apa rincian pasti dari kesepakatan tersebut, atau apakah perpanjangan kontrak yang ia tandatangani pada tahun 2025 akan mengubah sebagian dari syarat itu.
Misalnya, belum diketahui berapa persentase kepemilikan yang akan diterimanya; apakah ia akan mendapatkannya secara otomatis atau hanya memiliki opsi untuk membeli saham klub; apakah ia harus membayar untuk itu; atau apakah keputusan pensiun sebelum kontrak berakhir akan memengaruhi haknya tersebut.
Untuk saat ini, mungkin hanya Messi sendiri yang mengetahui apa niatnya — dan bahkan itu pun masih bisa berubah seiring waktu.