Pemprov Jabar Gandeng Negara Bagian Selangor Genjot Ekonomi Syariah
Choirul Arifin July 12, 2026 04:20 PM

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin menjadikan kerja sama dengan Selangor, Malaysia, sebagai momentum mempercepat pengembangan ekonomi syariah. 

Bagi Jawa Barat, hubungan kedua wilayah akan membuka peluang investasi dan perdagangan serta membuka kesempatan untuk mempelajari praktik terbaik pengelolaan ekonomi syariah yang telah berkembang pesat di Selangor.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 yang digelar di Bandung, Jawa Barat. Forum ini mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, hingga lembaga investasi dari kedua wilayah guna membangun kemitraan ekonomi yang lebih erat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan Malaysia, khususnya Selangor, telah berhasil membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan menjadi salah satu rujukan di kawasan Asia Tenggara. Pengalaman tersebut dinilai sangat relevan bagi Jawa Barat yang tengah mempercepat pengembangan sektor ekonomi berbasis syariah.

"Kami juga ingin mengembangkan dan belajar kepada Malaysia terutama Selangor bagaimana meningkatkan ekonomi syariah. Sehingga Jawa Barat yang sudah mendapatkan anugerah Adinata Syariah ini bisa kami kembangkan dan praktikkan secara nyata di masyarakat Jawa Barat," kata Erwan dalam pernyataannya, Minggu(12/7/2026).

Menurutnya, Jawa Barat memiliki modal besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah nasional. Selain jumlah penduduk muslim yang terbesar di Indonesia, provinsi ini juga memiliki industri halal, lembaga keuangan syariah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pesantren yang dapat menjadi fondasi pengembangan ekonomi berbasis syariah.

Baca juga: Indef Dorong Diversifikasi Ekonomi Syariah dalam RAPBN 2026 

Karena itu, kerja sama dengan Selangor diharapkan tidak hanya sebatas pertukaran pengalaman, tetapi juga mendorong investasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan industri halal yang mampu bersaing di pasar internasional.

Selain ekonomi syariah, Erwan mengatakan masih banyak sektor lain yang berpotensi dikembangkan bersama Selangor, seperti manufaktur, infrastruktur, pariwisata, perdagangan, dan investasi.

"Banyak sektor yang akan kita kembangkan bersama selain dari manufaktur, infrastruktur, pariwisata, dan perdagangan lainnya. Akan kita kembangkan kerja sama antara Jawa Barat dan Selangor, dan saya berharap para pelaku usaha di Jawa Barat dapat menangkap peluang ini," ujarnya.

Sementara itu, Dato Menteri Besar Selangor Amirudin Shari menegaskan bahwa hubungan antara Selangor dan Jawa Barat seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis semata.

Baca juga: Berprinsip Keadilan dan Berkelanjutan, Ekonomi Syariah Jadi Kekuatan dalam Perekonomian Global

Menurutnya, forum seperti SIBS ASEAN 2026 memang menjadi tempat mempertemukan investor melalui agenda business matching, namun hasilnya harus diwujudkan dalam kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Ia bahkan mengusulkan pembentukan forum komunikasi yang berlangsung secara konsisten antara Selangor dengan pemerintah daerah maupun kementerian di Indonesia agar berbagai peluang kerja sama dapat terus dikawal.

Amirudin menilai kolaborasi kedua wilayah dapat diperluas ke berbagai sektor strategis, mulai dari industri semikonduktor, ketahanan pangan, energi, hingga penguatan ekonomi syariah yang diyakini mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Karena itu saya menekankan bahwa kerja sama ini harus melampaui sekadar urusan bisnis. Jika hanya berbicara bisnis, orang akan berpikir soal keuntungan semata. Padahal ada aspek lain yang sama pentingnya, seperti kebudayaan, kedaulatan, keamanan, dan kemakmuran," katanya.

Bagi Jawa Barat, pengalaman Selangor dalam membangun ekosistem ekonomi syariah dinilai menjadi contoh penting. Melalui kolaborasi yang lebih erat, pemerintah berharap ekonomi syariah tidak hanya berkembang sebagai sektor keuangan, tetapi juga menjadi penggerak investasi, industri halal, perdagangan, serta pemberdayaan UMKM yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.