TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pelaksanaan vaksinasi massal rabies di Jembrana, Bali, sudah dilaksanakan sejak pekan lalu.
Tahun ini, vaksinasi rabies pada hewan difokuskan pada wilayah atau desa/kelurahan yang masuk zona rendah capaian vaksinasi rabies atau juga di wilayah yang sebelumnya pernah ditemukan kasus positif rabies.
Pelaksanaannya dilaksanakan di 24 Desa/Kelurahan tersebar di semua kecamatan dan ditarget selesai pada akhir Agustus 2026 mendatang.
Menurut data yang berhasil diperoleh, 24 Desa tersebar di lima kecamatan yang ada.
Baca juga: Vaksinasi Rabies di Ketewel Dikawal Polisi, Warga Antusias Bawa Anjing dan Kucing Peliharaan
Rinciannya 4 Desa di Kecamatan Melaya, 5 Desa/Kelurahan di Kecamatan Negara, 4 Desa/Kelurahan di Kecamatan Jembrana, 4 Desa/Kelurahan di Kecamatan Mendoyo, dan 7 desa di Kecamatan Pekutatan.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta menyebutkan, pihaknya sudah mulai melaksanakan vaksinasi massal sejak pekan lalu.
Vaksinasi massal mengutamakan sejumlah desa yang masuk kategori rendah capaian vaksinasi dan juga wilayah yang pernah ditemukan kasus positif rabies.
"Kita sudah mulai vaksinasi massal Senin kemarin (6 Juli 2026). Kami harap partisipasi masyarakat untuk aktif membawa HPR untuk diberikan layanan," kata Sugiarta saat dikonfirmasi, Minggu 12 Juli 2026.
Sugiarta menyebutkan, sasaran wilayah pada kegiatan massal kali ini adalah daerah yang capaiannya masih rendah. Sehingga, tim yang ada dibagi ke masing-masing kecamatan yang ada.
"Tim yang turun kita bagi per kecamatan agar cakupan vaksinasi mendekati 80 persen atau lebih di desa tersebut," ungkapnya.
Dengan demikian, kata dia, kekebalan kelompok populasi HPR yang terbentuk nantinya dapat menekan kasus rabies menyebar.
Di sisi lain, ia juga kembali mengingatkan seluruh masyarakat khususnya pemilik hewan termasuk kategori HPR agar memeliharanya dengan baik. Sementara untuk hewan liar bakal ditangani dengan kontrol populasi.
"Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mencegah penularan rabies ini. Ketika masyarakat abai dengan peliharaannya berpotensi menyebarkan kasus, apalagi diliarkan dan kemudian diserang hewan positif," tandasnya.