Kemarau Picu Gangguan Distribusi Air di Mamuju Tengah UPTD Keruk Jaringan Baru
Ilham Mulyawan July 12, 2026 06:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Musim kemarau melanda Kabupaten Mamuju Tengah mulai berdampak pada layanan distribusi air bersih di sejumlah wilayah. 

Debit sumber air baku mengalami penurunan, menyebabkan gangguan suplai pada beberapa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikelola UPTD Air Bersih Mamuju Tengah.

Kepala UPTD Air Bersih Mamuju Tengah, Amiruddin, menjelaskan bahwa SPAM Topoyo masih mengandalkan sumber dari Bendungan/Embung Padada mengalami penurunan debit cukup signifikan. 

Baca juga: Keluarga Korban Tabrak Lari di Mamuju Sudah Lapor Polisi Tapi Identitas Pelaku Belum Terungkap

Baca juga: Korban Tabrak Lari di Kalukku Mamuju Patah Tulang Hingga Paru-paru Rusak Pelaku Belum Terungkap

SPAM Tobadak pun menghadapi masalah serupa pada sumur intake-nya. 

Sementara itu, SPAM KTM-Benteng menggunakan mesin pendorong, terpaksa mematikan mesin di luar jam puncak guna menghemat energi dan menjaga ketersediaan air.

"Dengan kondisi kemarau, tentunya layanan UPTD Air Bersih mengalami gangguan distribusi karena sumber air mengalami penurunan debit," ujar Amiruddin kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (12/7/2026).

Amiruddin merinci sejumlah zona yang mengalami gangguan suplai.

Diantaranya, layanan Topoyo yakni zona Pangalloang dan zona Tumbu, serta beberapa zona di ujung pipa tidak tersuplai.

Sementara layanan KTM-Benteng yaitu sebagian zona Tallungallo terdampak.

Untuk mengatasi krisis air, UPTD Air Bersih telah melakukan pengerukan sedimen di Bendungan Pedada yang merupakan sumber air baku andalan. 

Selain itu, pembangunan jaringan perpipaan distribusi telah mulai dilaksanakan oleh penyedia CV. Sinar Saronde Lestari, dengan target penyelesaian pada bulan Desember mendatang.

"Kami dari UPTD Air Bersih mengharap dukungan dari masyarakat agar kegiatan ini berjalan lancar sehingga tekanan air stabil, khususnya di zona-zona yang sering terdampak," tambahnya.

Amiruddin mengimbau seluruh pelanggan untuk bijak menggunakan air selama musim kemarau dan tetap berkolaborasi dengan pengelola UPTD Air Bersih.

"Sejatinya air adalah urusan kita bersama," pungkasnya.(*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.