Bisa bermain bersama satu talenta istimewa dalam satu generasi saja sudah luar biasa, tetapi menjadi rekan setim dengan dua pemain legendaris adalah sesuatu yang seperti mimpi.
Namun, mantan pemain internasional Prancis, Youri Djorkaeff, beruntung dapat bermain bersama dua legenda sepak bola modern, baik di level klub maupun tim nasional.
Bersama Les Bleus, Djorkaeff membentuk duet yang mematikan dengan Zinedine Zidane. Meski keduanya meraih banyak kesuksesan bersama, menurut Djorkaeff, bahkan Zizou masih belum sebanding dengan salah satu rekan setimnya di klub.
Djorkaeff dan Zidane tampil bersama sebanyak 49 kali untuk tim nasional Prancis. Dalam periode itu, mereka sukses menjuarai dua turnamen internasional berturut-turut — kemenangan bersejarah di Piala Dunia 1998 di tanah air sendiri, yang kemudian dilanjutkan dengan gelar Kejuaraan Eropa dua tahun berikutnya.
Menurut Djorkaeff, keduanya melanjutkan tradisi panjang Prancis dalam melahirkan gelandang kelas dunia, dan kemunculan Zidane menjadi elemen terakhir yang mengubah skuad bertalenta tersebut menjadi juara dunia sejati.
“Bermain di samping Zidane terasa sangat mudah,” ujarnya kepada majalah FourFourTwo. “Prancis selalu memiliki tradisi menghasilkan gelandang elit.
“Saya tumbuh dengan menonton generasi 1982 yang memiliki Jean Tigana, lalu 1986 dengan Michel Platini dan Luis Fernandez. Zidane adalah bagian yang hilang — pengatur permainan yang dibutuhkan tim.”
Djorkaeff juga meyakini bahwa kerja sama mereka berjalan baik karena keduanya memahami peran masing-masing di lapangan.
“Dengan bakat dan visinya, Zidane menjadi penghubung antara lini pertahanan dan lini depan. Saya lebih banyak bermain di area sepertiga akhir — saya mencetak banyak gol dari umpannya, dan dia juga mencetak beberapa dari umpan saya.
“Koneksi kami adalah salah satu kemitraan paling penting pada masa itu.”
Namun, meskipun Djorkaeff mencapai banyak kesuksesan bersama Zidane, ia tidak ragu ketika diminta memilih antara rekan setimnya di tim nasional itu dan mantan rekan satu klubnya di Inter Milan, Ronaldo.
Djorkaeff tampil bersama penyerang asal Brasil tersebut sebanyak 53 kali untuk Inter antara tahun 1997 dan 1999. Ia menegaskan bahwa ada satu jawaban yang jelas ketika membahas siapa pemain yang lebih hebat di antara keduanya.
“Mungkin terdengar sulit dipercaya, tapi jawabannya sederhana: Ronaldo,” tegasnya. “Dia adalah yang terbaik di dunia. Bahkan jika Anda bertanya kepada Zidane, saya yakin dia akan mengatakan hal yang sama.”