TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat resmi memiliki nahkoda baru.
Muhammad Farizi ditetapkan sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat periode terbaru melalui mekanisme aklamasi dalam Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu 12 Juli 2026.
Penetapan tersebut menjadi agenda penutup rangkaian Temu Karya setelah peserta menyelesaikan sidang pleno, penetapan ketua terpilih, hingga penutupan kegiatan.
Proses pemilihan berlangsung secara mufakat setelah Farizi memperoleh dukungan mayoritas dari pengurus Karang Taruna kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Sebelumnya, Muhammad Farizi telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat pada Jumat 10 Juli 2026.
Dalam proses pencalonannya, ia berhasil mengantongi dukungan dari 11 Ketua Karang Taruna kabupaten/kota, sehingga menjadi satu-satunya calon yang kemudian ditetapkan secara aklamasi.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Farizi mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian Temu Karya yang berlangsung dengan lancar dan kondusif.
• Ketua KMKS Sambas Desak Pemkab Fokus Atasi Kemiskinan dan Infrastruktur di Hari Jadi ke-395
"Alhamdulillah, Temu Karya yang dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Karang Taruna Provinsi Kalbar serta Karang Taruna kabupaten/kota se-Kalimantan Barat telah berjalan dengan baik dan rampung," ujarnya.
Farizi menegaskan bahwa kepengurusan baru akan langsung dihadapkan pada berbagai tantangan dalam meningkatkan peran Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, Karang Taruna harus mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung berbagai program pembangunan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga.
"Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan," katanya.
Sebagai langkah awal setelah pelantikan, Farizi akan memprioritaskan pembentukan dan penataan struktur kepengurusan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar roda organisasi dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, ia juga menargetkan penguatan kelembagaan hingga ke tingkat desa, RT, dan RW.
Menurutnya, keberadaan organisasi yang aktif sampai tingkat paling bawah akan memudahkan Karang Taruna dalam mengidentifikasi berbagai persoalan sosial sekaligus memberikan solusi bersama masyarakat.
"Dengan organisasi yang kuat hingga tingkat bawah, Karang Taruna diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat Kalimantan Barat," tuturnya.
Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Karang Taruna memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam menangani berbagai persoalan kesejahteraan sosial sekaligus membina generasi muda.
Menurut Norsan, salah satu tugas utama organisasi tersebut adalah mencegah munculnya berbagai persoalan sosial yang melibatkan kalangan muda, termasuk kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika.
"Tugas pertama adalah mencegah timbulnya masalah sosial, khususnya di kalangan generasi muda, seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Jangan sampai ada anggota Karang Taruna yang justru terlibat penyalahgunaan narkoba," tegasnya.
Selain fungsi pencegahan, Karang Taruna juga didorong aktif dalam rehabilitasi sosial dengan membantu masyarakat yang mengalami masalah kesejahteraan agar dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya secara optimal.
Dorong Pelatihan dan Wirausaha Pemuda
Ria Norsan juga menekankan pentingnya program pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan dan pendidikan bagi anggota Karang Taruna.
Menurutnya, pelatihan keterampilan merupakan modal penting agar generasi muda memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan peluang usaha maupun meningkatkan taraf hidup.
"Yang paling penting adalah pelatihan keterampilan. Dulu saya ingat Karang Taruna selalu aktif mengikuti berbagai pelatihan sehingga anggotanya memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan di tengah masyarakat," ujarnya.
Ia berharap organisasi tersebut juga mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan dan ekonomi kreatif sehingga semakin banyak generasi muda yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri.
Selain aspek ekonomi, Karang Taruna juga diminta terus hadir memberikan pendampingan sosial dan advokasi kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Karang Taruna harus lengkap. Ketika masyarakat membutuhkan, organisasi ini harus siap hadir membantu. Itulah jiwa Karang Taruna," kata Norsan.
Menutup sambutannya, Gubernur Kalbar mengajak seluruh pengurus Karang Taruna untuk menjaga komitmen dan integritas dalam membina generasi muda agar menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
"Saya berharap Karang Taruna jangan pernah patah semangat dalam menangani berbagai persoalan kesejahteraan sosial di wilayahnya. Pengurus harus memiliki komitmen dan integritas untuk membina generasi muda agar menjadi pemuda yang berprestasi serta mampu ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.
• Disdikbud Kalbar Terbitkan SE: MPLS SMA/SMK Wajib Ramah Anak, Stop Perpeloncoan dan Atribut Aneh!
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Karang Taruna, Bahtiar Sebayang, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap penguatan organisasi Karang Taruna di daerah.
Ia mengungkapkan bahwa dalam kesempatan tersebut Pemprov Kalbar memberikan bantuan berupa satu unit perahu karet yang akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan, terutama saat terjadi bencana banjir.
"Alhamdulillah hari ini Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat mendapat bantuan perahu karet dari Pemerintah Provinsi untuk dipergunakan dalam menangani daerah yang banjir, dan menyalurkan bantuan seperti sembako," ujar Bahtiar Sebayang.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Karang Taruna dalam mendukung penanggulangan bencana.
Perahu karet itu nantinya akan dimanfaatkan untuk proses evakuasi warga terdampak banjir, distribusi logistik, hingga penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Bahtiar berharap sinergi antara pemerintah dan Karang Taruna terus diperkuat sehingga organisasi kepemudaan tersebut dapat semakin maksimal menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.
(*)