BANJARMASINPOST.CO.ID – Sektor pariwisata Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel mencatat tingkat hunian hotel mengalami peningkatan, seiring bertambahnya jumlah perjalanan wisatawan nusantara menuju banua Lambung Mangkurat.
Kepala BPS Kalsel, Muhammad Mukhanif, mengungkapkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 49,95 persen, naik 0,35 persen, dibandingkan April 2026 yang sebesar 49,60 persen.
"Secara tahunan angka tersebut masih lebih rendah 2,74 persen dibandingkan Mei 2025," ujarnya.
Sementara itu, jelas Mukhanif, hotel nonbintang dan akomodasi lainnya juga mencatat kinerja yang lebih baik.
Tingkat hunian mencapai 22,65 persen, meningkat 0,88 oersen, dibandingkan April 2026 yang sebesar 21,77 persen. Secara tahunan, capaian ini juga mengalami kenaikan 0,66 persen. dibandingkan Mei tahun lalu.
Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel berbintang sedikit mengalami penurunan. Pada Mei 2026, wisatawan rata-rata menginap selama 1,41 malam, turun dari 1,44 malam pada April 2026.
Baca juga: Lowongan Kerja PT Sinergi Multi Usaha Penempatan di Site Antang Gunung Meratus Kalsel
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, lama menginap masih meningkat tipis sebesar 0,02 persen.
Aktivitas wisatawan nusantara juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan. BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan yang berasal dari Kalsel mencapai 1.675.141 perjalanan pada Mei 2026. Angka ini meningkat 5,31 persen dibandingkan April 2026 yang sebanyak 1.590.651 perjalanan.
Sementara itu, Diungkapkan Mukhanif, jumlah perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Kalsel tercatat sebanyak 1.592.938 perjalanan, atau naik 8,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1.471.987 perjalanan.
Peningkatan tingkat hunian hotel dan mobilitas wisatawan ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata Kalsel.
Meski rata-rata lama menginap sedikit menurun, meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan menunjukkan aktivitas pariwisata di daerah ini terus bergerak dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)