SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MOJOKERTO - Wisata pendakian Bukit Cendono di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dipenuhi wisatawan saat libur sekolah.
Pengunjung wisata minat khusus ini membeludak mencapai ribuan orang dalam kurun waktu 3 pekan liburan sekolah.
Didominasi pendaki remaja, mahasiswa hingga keluarga bersama anaknya yang mengisi liburan sekolah dengan aktivitas hiking dan camping di Bukit Cendono.
Daya tarik utama Bukit Cendono 1131 Mdpl (Meter di atas permukaan laut), adalah panorama alam asri yang terjaga kelestariannya, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.
Trek landai di sepanjang jalur pendakian cocok untuk pendaki pemula, dengan waktu tempuh normal sekitar 2,5 sampai 3 jam menuju puncak.
Salah satu wisatawan, Rindu Cintara Niru (20) mengaku, dirinya baru pertama kali ini berkunjung ke Bukit Cendono lantaran penasaran pesona alamnya yang sering berseliweran di akun media sosial TikTok.
Ia pun meluangkan waktu mendaki berdua bersama sahabatnya.
Baca juga: Pendakian Gunung Raung via Bondowoso Ramai saat Musim Liburan, Ada Pendaki dari Papua hingga Eropa
"Ini mau hiking ke Bukit Cendono, mumpung libur."
"Kita baru pertama kalinya ke sini, tahunya dari TikTok, karena penasaran kok bagus ya pemandangannya," ujar Rindu kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, sensasi mendaki Bukit Cendono melewati trek di samping aliran sungai.
Di sepanjang perjalanan disuguhkan Landscape persawahan dan bukit hijau.
Biaya masuk di pendakian ini juga sangat terjangkau retribusi Rp 11.000 per orang, belum parkir mobil Rp 10-30 ribu dan sepeda motor Rp 5.000.
"Jalurnya landai panjang rekomendasi untuk pendaki pemula di Bukit Cendono, daripada ke Gunung Penanggungan dan lainnya."
"Tiket masuknya murah cuma sebelas ribu per orang," ucap Rindu perempuan asal Prambon, Sidoarjo tersebut.
Seorang wisatawan Lailatul Nikmah (24) asal Candi, Sidoarjo menambahkan, pendakian Bukit Cendono ramai oleh pengunjung anak muda dan keluarga yang menikmati waktu liburan di alam.
Dirinya sudah beberapa kali mendaki gunung dan ingin mencoba jalur pendakian ini.
Pendakian saat ini telah menjadi tren bagi kaum hawa, apalagi dengan metode tektok gunung atau mendaki sehari tanpa ngecamp (menginap).
Untuk tektok gunung dibutuhkan pengalaman, stamina ekstra, keterampilan teknis, serta perhitungan jarak tempuh dan peralatan pendukung yang biasanya dilakukan pendaki menengah (Intermediate) hingga di atasnya atau sudah hafal jalur.
Klasifikasi pendaki di antaranya, pendaki pemula (Mild), menengah (Intermediate), Advance hingga tingkat profesional dengan keterampilan khusus Mountaineering.
"Beberapa kali mendaki di Penanggungan dan Gunung Pundak, di dekat sini tidak jauh-jauh. Ini mau Tektokan saja di Bukit Cendono," ungkap wanita berhijab tersebut.
Kepala RKW 07 Mojokerto Timur Tahura R Soerjo, Ni Luh Novyanthi mengungkapkan, wisata pendakian ramai dipenuhi pengunjung saat libur sekolah terutama di Bukit Cendono.
"Wisata pendakian meningkat pada momen liburan sekolah ini, dan selama kurang lebih 3 Minggu ini kita mendapatkan kunjungan sekitar 9.300 orang," ucap Novyanthi saat ditemui di Bukit Cendono.
Novyanthi menyebut, kunjungan wisatawan di Pendakian Cendono mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.
Faktor cuaca turut mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke wisata pendakian kawasan Tahura R Soerjo.
"Lebih meningkat tahun ini, karena pas liburan sekolah lalu bertepatan musim hujan sehingga ada pembatasan dan penutupan pendakian."
"Nah, sekarang cuaca mendukung sehingga peningkatan cukup signifikan," pungkas Novyanthi.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sambut Ribuan Pelari dari 21 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno Pasuruan