TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Sudah lebih dari setahun sejak diterjang banjir bandang, objek wisata Pemandian Air Panas Sangubanyu di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, belum juga beroperasi kembali.
Kondisi sarana dan prasarana yang rusak membuat salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Batang itu kehilangan daya tarik, bahkan jumlah kunjungan wisatawan nyaris terhenti.
Pemkab Batang pun mulai menyiapkan beberapa langkah untuk menghidupkan kembali destinasi tersebut melalui program revitalisasi yang direncanakan menjadi bagian dari fokus pengembangan sektor pariwisata pada 2027.
Baca juga: Penataan Kawasan RSUD Kalisari Dimulai, Pemkab Batang Layangkan SP 1 untuk PKL
Kabid Destinasi dan Usaha Pariwisata Disparpora Kabupaten Batang, Debby Sintya Rengganis mengatakan, Pemandian Air Panas Sangubanyu merupakan satu di antara destinasi wisata yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Namun sejak terdampak banjir bandang, pengelola terpaksa menghentikan operasional karena kerusakan yang belum tertangani.
"Pasca banjir bandang, destinasi tersebut berhenti beroperasi sementara karena kondisinya memang belum dipulihkan."
"Dari pemerintah daerah juga belum ada perbaikan sehingga operasional belum bisa berjalan kembali," kata Debby, Minggu (12/7/2026).
Dia menjelaskan, penutupan wisata tersebut telah berlangsung sejak Januari 2025.
Selama tidak beroperasi, pengelola juga kehilangan sumber pemasukan sehingga kesulitan melakukan pemulihan secara mandiri.
"Karena belum ada pemasukan yang signifikan, tentu mereka juga kesulitan memenuhi kebutuhan operasional maupun melakukan perbaikan," ucapnya.
Menurut Debby, Pemkab Batang berharap pada 2027 dapat memberikan dukungan berupa pembangunan sarana dan prasarana agar objek wisata tersebut kembali dibuka untuk masyarakat.
"Semoga pada 2027 ada bantuan sarana dan prasarana untuk Desa Sangubanyu sehingga destinasi ini bisa beroperasi kembali," ungkapnya.
Kondisi serupa juga disampaikan Kapolsek Bawang AKP Slamet.
Dia menilai, kawasan wisata tersebut hingga kini masih tampak sepi karena kerusakan akibat banjir belum sepenuhnya dipulihkan.
"Setelah banjir pada 2024, sampai sekarang belum ada pembangunan lagi. Tempatnya juga belum begitu bersih dan fasilitasnya belum memadai, sehingga pengunjung masih sepi," ungkapnya.
Menurut AKP Slamet, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pemerintah kecamatan, pengelolaan kawasan wisata tersebut direncanakan akan diambil alih oleh Disparpora agar penanganannya lebih optimal.
Meski demikian, realisasi revitalisasi diperkirakan baru dapat dilakukan pada tahun depan.
• Seragam Gratis Dijahit Penjahit Lokal, Disdikbud Batang Pastikan Siswa Tetap Nyaman Meski Terlambat
Sementara itu, Bupati Batang M Faiz Kurniawan memastikan pemerintah daerah akan segera mengecek langsung kondisi Pemandian Air Panas Sangubanyu.
Dia optimistis destinasi tersebut masih memiliki prospek besar untuk kembali menjadi magnet wisata, terutama dengan semakin baiknya konektivitas infrastruktur di Kabupaten Batang.
Revitalisasi Sangubanyu dinilai penting tidak hanya untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Sebelum terdampak bencana, kawasan pemandian air panas tersebut menjadi salah satu tujuan wisata alam yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah serta menjadi sumber penghasilan bagi pelaku usaha dan warga setempat.
Dengan adanya komitmen pemerintah untuk melakukan revitalisasi, masyarakat berharap Pemandian Air Panas Sangubanyu dapat kembali bangkit dan menjadi salah satu ikon wisata alam unggulan Kabupaten Batang.
"Kami yakin dengan infrastruktur yang semuanya tersambung, pasti akan dikunjungi orang. Tetapi akan kami upayakan ada dukungan revitalisasi," kata Bupati Batang. (*)