TRIBUNNEWS.COM - Timnas Inggris memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Norwegia pada Minggu (12/7/2026) dini hari WIB.
Berlangsung di Stadion Miami, pasukan The Three Lions susah payah mengalahkan Norwegia melalui babak ekstra time dengan skor 2-1.
Salah satu faktor kemenangan Inggris tak lepas dari keberhasilan mereka meredam agresifitas bomber Norwegia, Erling Haaland.
Haaland keluar di babak kedua extra time dengan kontribusi yang cukup minim, dibuktikan lewat statistik yang dibuatnya.
Ia hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran, sembilan percobaan umpan, dengan tujuh selesai setelah berlarian dalam jarak 8,9 kilometer.
Dibandingkan dengan statistiknya dari kemenangan 16 besar bersejarah atas Brasil, itu cukup jauh. Di 16 besar, ia membuat empat tembakan, 11 operan (semuanya selesai), dan 10,1 kilometer yang ditempuh.
Football Enthusias dan konten kreator dari @Analiskampungsebelah, Hamid Anwar pernah berkomentar soal performa Inggris tentang kedisiplinan taktik dan efektivitas permainan yang mampu membuat mereka memenangkan pertandingan dalam keadaan tertekan, seperti yang terjadi saat melawan Meksiko lalu.
"Inggris sering dikritik, mereka menunjukkan kedisiplinan taktis dan efektivitas penyelesaian akhir yang baik," kata Hamid dalam podcast Super Taktik Tribunnews yang direkam di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Cara Inggris meredam ancaman Haaland dengan melakukan pressing agresif untuk menutup opsi umpan progresif, sehingga Haalan terisiolasi dan tidak mendapatkan bola," tambahnya.
Namun di balik kemenangan tersebut, muncul perbedaan pandangan antara pelatih Thomas Tuchel dan gelandang bintang Jude Bellingham terkait penampilan tim.
Tuchel sempat melontarkan kritik tajam terhadap performa anak asuhnya meski berhasil meraih kemenangan dramatis.
Pelatih asal Jerman itu menilai Inggris tampil kurang meyakinkan dan menganggap timnya cukup beruntung bisa mengalahkan Norwegia.
"Saya merasa kami beruntung bisa menang," ujar Tuchel seusai pertandingan.
Ia juga menyebut permainan Inggris masih jauh dari kata ideal karena terlalu banyak melakukan kesalahan teknis dan kehilangan ritme sepanjang laga.
Pernyataan Tuchel rupanya mendapat respons dari Jude Bellingham, sosok yang menjadi pahlawan kemenangan Inggris lewat dua golnya.
Saat ditanya mengenai komentar sang pelatih, Bellingham memberikan jawaban yang cukup menohok.
Menurut gelandang Real Madrid tersebut, Tuchel mungkin belum benar-benar memahami sulitnya bermain dalam kondisi cuaca ekstrem melawan tim sekuat Norwegia.
"Mungkin. Mungkin dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti ini melawan Erling Haaland, Martin Odegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sorloth. Itu bukan tim yang mudah untuk dihadapi," kata Bellingham, dikutip dari ESPN.
Ia menegaskan kemenangan tidak selalu harus diraih melalui permainan indah.
Bagi Bellingham, yang terpenting adalah kemampuan tim menemukan cara untuk tetap menang, apa pun situasinya.
"Kami sudah berusaha menciptakan lingkungan yang positif dan harus menjaganya sampai semifinal."
"Anda tidak akan memenangkan setiap pertandingan hanya dengan memainkan bola dan melakukan seribu operan. Terkadang Anda harus menang dengan cara yang tidak biasa," tambahnya.
Baca juga: FIFA Klarifikasi soal Gol Kontroversial Inggris vs Norwegia, Bantah Bola Kena Kabel
Terlepas dari polemik tersebut, Jude Bellingham kembali menjadi bintang utama Inggris.
Dua golnya ke gawang Norwegia membuat koleksi golnya di Piala Dunia 2026 menjadi enam, menyamai torehan Harry Kane.
Bellingham kini hanya terpaut dua gol dari Kylian Mbappe yang memimpin daftar top skor, serta satu gol di belakang Erling Haaland yang gagal mencetak gol saat menghadapi Inggris.
Selanjutnya, Inggris akan menghadapi juara bertahan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di turnamen ini.
Adapun duel semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina akan gelar pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)