ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Syahbandar Tarempa bergerak cepat mengantisipasi potensi kecelakaan laut yang menimpa kapal kargo milik PT Pelni, KM Logistik Nusantara 2, saat hendak bersandar di Pelabuhan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (12/7/2026).
Insiden tersebut terjadi ketika kapal yang baru tiba dari pelayaran dan telah lebih dulu labuh jangkar di perairan Tanjung Pedas, bersiap memasuki area pelabuhan untuk melakukan kegiatan bongkar muat sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat proses mendekati dermaga berlangsung, kapal mengalami kendala teknis pada sistem pembuangan gas mesin, sehingga proses sandar tidak berjalan normal.
Gangguan tersebut membuat manuver kapal menuju dermaga harus dilakukan dengan lebih hati-hati untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Di tengah aktivitas pelabuhan yang cukup ramai, petugas Syahbandar Tarempa meningkatkan pengawasan dan berkoordinasi dengan awak kapal melalui komunikasi radio.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan kapal tetap dapat dikendalikan dengan aman hingga berhasil merapat ke dermaga.
Kepala Syahbandar Tarempa, Tyo, mengatakan pihaknya segera melakukan pemantauan, setelah menerima informasi adanya kendala teknis pada kapal.
"Kami langsung melakukan pengawasan dan membantu proses evakuasi kapal melalui komunikasi radio agar kapal dapat bersandar dengan aman di Pelabuhan Tarempa," kata Tyo kepada TRIBUNBATAM.id.
Menurutnya, pengawasan ketat perlu dilakukan karena kondisi kapal yang mengalami gangguan saat bermanuver berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Ia menjelaskan, risiko terburuk yang diantisipasi adalah kapal sulit dikendalikan, sehingga dapat menghantam fasilitas pelabuhan maupun kawasan permukiman yang berada di sekitar pesisir.
"Kami mengantisipasi segala kemungkinan. Jika kapal sulit dikendalikan, dikhawatirkan bisa menabrak dermaga atau bahkan mengarah ke kawasan pemukiman warga," ujar Tyo.
Beruntung, kondisi cuaca dan arus laut di sekitar Pelabuhan Tarempa saat kejadian terpantau cukup tenang, sehingga membantu proses penanganan di lapangan.
Selain itu, nelayan setempat juga turut membantu proses sandar kapal.
Bantuan diberikan dengan menggunakan pompong untuk mengantarkan tali tambat atau tali buangan dari kapal menuju bolder yang berada di dermaga.
Menurut Tyo, bantuan tersebut diperlukan karena terdapat kemungkinan tali yang dilempar langsung dari kapal tidak mampu menjangkau daratan.
"Dikhawatirkan saat tali buangan dilempar dari kapal ke darat tidak sampai ke bolder dermaga. Karena itu nelayan membantu membawa tali menggunakan pompong agar proses sandar dapat berjalan lancar," ujarnya.
Proses penanganan dan pengamanan kapal berlangsung sekitar tiga jam.
Setelah berbagai upaya dilakukan, KM Logistik Nusantara 2 akhirnya berhasil bersandar dengan aman di Pelabuhan Tarempa dan melanjutkan kegiatan bongkar muat seperti yang telah dijadwalkan. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)