Oman, Kuwait, dan Yordania Kutuk Serangan Iran, Bom-Bom Amerika Bikin Negara Teluk Membara
Hasiolan Eko P Gultom July 12, 2026 09:38 PM

Oman, Kuwait, dan Yordania Kutuk Serangan Iran, Bom-Bom Amerika Sukses Bikin Negara Teluk Membara

 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah negara di Timur Tengah mengecam keras serangan yang diklaim dilakukan Iran terhadap sejumlah negara Teluk.

Kecaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangkaian aksi militer terhadap aset dan wilayah yang berkaitan dengan kepentingan AS di kawasan.

Baca juga: 12 Rudal Balistik Iran Sasar Pangkalan AS di Yordania, IRGC: Jet Tempur F-35, F-15, dan F-16 Hancur

Yordania menyatakan serangan terhadap Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Oman, Qatar, dan Kuwait merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara-negara tersebut.

Amman menilai tindakan itu mengancam keamanan, stabilitas, dan integritas wilayah kawasan serta bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri dan Urusan Ekspatriat Yordania menegaskan solidaritas penuh kepada negara-negara Teluk dan menyatakan dukungan terhadap setiap langkah yang mereka ambil untuk melindungi kedaulatan, keamanan, serta keselamatan warga negaranya.

Kuwait Kecam Eskalasi

Kuwait juga menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang disebut menargetkan Yordania, Bahrain, Oman, dan Qatar.

Pemerintah Kuwait menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara-negara tetangga sekaligus pelanggaran terhadap hukum internasional, Piagam PBB, dan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang dirujuk dalam pernyataan resminya.

Kementerian Luar Negeri Kuwait menegaskan dukungan penuh kepada negara-negara sahabat di kawasan serta menyerukan Iran agar segera menghentikan tindakan yang dinilai dapat memperburuk situasi keamanan regional.

Menurut Kuwait, penyelesaian perselisihan seharusnya ditempuh melalui dialog dan jalur diplomatik, bukan melalui aksi militer yang berpotensi memperluas konflik.

Oman Siapkan Langkah Respons

Kesultanan Oman turut mengutuk serangan yang disebut menyasar wilayahnya. Pemerintah Muscat menyatakan akan mengambil "semua tindakan yang diperlukan" untuk merespons perkembangan tersebut, meski belum merinci bentuk langkah yang akan ditempuh.

Oman selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang kerap memainkan peran mediator dalam berbagai krisis Timur Tengah, termasuk dalam komunikasi antara Iran dan negara-negara Barat.

Pakistan Dorong Deeskalasi

Di tengah meningkatnya ketegangan, Pakistan mengambil posisi yang lebih menekankan penyelesaian diplomatik.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Dalam percakapan tersebut, Dar menyerukan deeskalasi dan menekankan pentingnya menahan diri.

Menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, kedua menteri bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi keamanan di kawasan. Islamabad kembali menegaskan bahwa dialog dan diplomasi merupakan satu-satunya jalan yang layak untuk menyelesaikan perselisihan dan mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.

Bom-Bom Serangan AS Bikin Teluk Membara

Gelombang kecaman dari negara-negara Arab terjadi setelah situasi keamanan di Timur Tengah meningkat tajam akibat operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. 

Serangan yang dimulai pada akhir Februari 2026 ini awalnya dibarengi dengan berbagai narasi AS mulai dari Teheran yang melakukan aksi kekerasan terhadap demonstran hingga niat untuk mengganti rezim di Iran.

Belakangan, Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan nuklir Teheran, sementara Iran menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

Sebagai respons, Iran memblokade Selat Hormuz dan melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat di kawasan. 

Ketegangan kemudian meluas dengan munculnya laporan mengenai serangan yang berdampak pada beberapa negara Teluk.

Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik ke tingkat regional.

Negara-negara Teluk selama ini menjadi lokasi berbagai pangkalan militer Amerika Serikat dan sekutunya, sehingga setiap eskalasi antara Washington dan Teheran berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan kawasan secara keseluruhan.

Meski sejumlah negara mengecam aksi Iran, berbagai pihak juga terus menyerukan penahanan diri dan penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas di Timur Tengah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.