Menpora Erick Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Jadikan Olahraga Tolok Ukur Kehormatan Bangsa
Hasiolan Eko P Gultom July 12, 2026 09:38 PM

Menpora Erick Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Jadikan Olahraga Tolok Ukur Kehormatan Bangsa
 
Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun olahraga nasional.

Menurut Erick, Presiden memahami bahwa olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga menjadi tolok ukur kehormatan bangsa sekaligus memiliki dampak besar terhadap perekonomian.

Hal itu disampaikan Erick saat konferensi pers pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lobi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Erick mengatakan perhatian Presiden Prabowo terhadap dunia olahraga tidak hanya sebatas dukungan terhadap cabang olahraga tertentu, melainkan mencakup pembangunan ekosistem olahraga nasional secara menyeluruh, termasuk pembinaan atlet dalam jangka panjang.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang mengerti apa itu manfaat olahraga sebagai kehormatan, dan mengerti bagaimana persiapan atlet itu harus jangka panjang," kata Erick.

Menurut Erick, Presiden Prabowo juga memahami besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan dari olahraga.

Untuk itu, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) agar atlet Indonesia mampu bersaing di level dunia.

“Bapak Presiden sangat paham sekali dengan dampak ekonomi dari olahraga. Bapak Presiden juga paham mengenai pelatnas jangka panjang. Kemarin saat peluncuran B50, intinya tidak ada lagi program keolahragaan jangka pendek. Itu yang beliau sampaikan," ujarnya.

Erick menilai olahraga telah menjadi instrumen penting dalam membangun citra Indonesia di mata dunia.

Menurutnya, setiap prestasi atlet yang mengibarkan Merah Putih di arena internasional merupakan bentuk nyata national branding sekaligus kehormatan bagi bangsa.

“Kalau bicara prestasi, itu national branding. Yang mengibarkan bendera Merah Putih adalah para atlet,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kehadiran Presiden Prabowo dalam berbagai agenda olahraga tidak boleh dimaknai hanya sebagai bentuk perhatian kepada sepak bola semata.

Menurut Erick, dukungan tersebut merupakan simbol komitmen pemerintah terhadap seluruh cabang olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia.

"Tadi seperti yang saya sampaikan, bahwa Bapak Presiden secara simbolis pasti hadir. Maksud dan tujuannya bukan hanya sepakbola, tetapi juga seluruh cabang olahraga yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi national branding dan kehormatan bangsa, salah satunya para juara Olimpiade," jelas Erick.

Meski demikian, Erick mengakui sepak bola memiliki posisi yang berbeda karena merupakan olahraga paling populer di dunia.

Oleh sebab itu, target tampil di putaran final Piala Dunia menjadi pencapaian yang sangat prestisius, sebagaimana medali emas Olimpiade bagi cabang olahraga lainnya.

"Ini bukan bermaksud membeda-bedakan cabang olahraga. Ketika ada atlet yang menjadi juara Olimpiade, tentu prestasi itulah yang akan diingat. Sementara untuk sepak bola, yang paling diingat adalah masuk Piala Dunia," katanya.

Lebih lanjut, Erick menegaskan target besar seperti lolos ke Piala Dunia maupun meraih prestasi di Olimpiade hanya bisa dicapai melalui pembinaan yang berkesinambungan.

Ia menilai sistem pelatnas jangka panjang menjadi kunci untuk menjaga prestasi atlet Indonesia.

"Nah, ini kami terus mendorong pelatnas jangka panjang. Tidak mungkin persiapan menuju Olimpiade 2032 baru disiapkan pada 2031. Tahun depan SEA Games tidak ada pelatnasnya tahun ini, tidak mungkin. Begitu pula Asian Games yang tinggal bulan September, pelatnas berhenti, tidak mungkin. Harus jalan," tegasnya.

Menurut Erick, Kemenpora akan memprioritaskan atlet-atlet yang memiliki peluang meraih prestasi, sementara pembinaan atlet muda tetap dilakukan melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan mereka.

Di akhir pernyataannya, Erick kembali menegaskan apresiasinya kepada Presiden Prabowo yang dinilainya memiliki visi jangka panjang terhadap pembangunan olahraga nasional.

"Jadi, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang mengerti apa itu manfaat olahraga sebagai bagian dari kehormatan. Bapak Presiden juga mengerti bagaimana pelatnas untuk penampilan atlet itu tidak bisa sebulan, tapi tahunan, termasuk sepak bola," pungkas Erick.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.