Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Kondisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dalam beberapa hari terakhir memicu antrean panjang di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tamiang masih berlanjut meski sudah berangsur membaik.
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang memperkirakan situasi distribusi BBM akan kembali normal pada pekan depan seiring pulihnya pasokan dari PT Pertamina Patra Niaga.
Perkiraan tersebut disampaikan setelah Komisi III DPRK Aceh Tamiang melakukan inspeksi langsung ke sejumlah SPBU untuk memastikan penyebab kelangkaan yang sempat dikeluhkan masyarakat.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa persoalan utama berasal dari berkurangnya alokasi BBM yang diterima SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Anggota Komisi III DPRK Aceh Tamiang, Muazzin menjelaskan, bahwa pengurangan pasokan menyebabkan stok di sejumlah SPBU cepat habis.
Situasi itu memicu masyarakat datang secara bersamaan untuk membeli BBM sehingga antrean kendaraan mengular hampir di setiap titik pengisian.
Baca juga: Krisis BBM di Aceh Tamiang Dipicu Pengurangan Pasokan Pertamina hingga 50 Persen
"Pasokan yang diterima SPBU sempat menurun. Biasanya alokasi Pertalite mencapai 16 ton, Solar 16 ton, sedangkan Pertamax sekitar 8 ton,” bebernya.
“Ketika pasokan berkurang, masyarakat khawatir kehabisan sehingga banyak yang membeli secara bersamaan. Kondisi inilah yang memicu panic buying," kata Muazzin, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, distribusi BBM mulai menunjukkan perbaikan dalam dua hari terakhir.
Pasokan yang diterima SPBU disebut telah kembali ke jumlah normal sebagaimana sebelum terjadi gangguan distribusi.
Meski demikian, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU.
Hal itu bukan lagi disebabkan minimnya pasokan, melainkan tingginya permintaan dari masyarakat yang sebelumnya belum sempat memperoleh BBM ketika stok terbatas.
"Pasokan sekarang sudah mulai kembali normal. Namun masyarakat yang sebelumnya belum mendapatkan BBM masih datang untuk mengisi tangki kendaraan mereka,” urai dia.
Baca juga: Prabowo Sentil Mental Elite yang Dinilai Penakut: Takut Dollar hingga Krisis BBM
“Karena itu antrean masih terjadi, meski kondisinya mulai berangsur berkurang," jelasnya.
DPRK Aceh Tamiang optimistis kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama.
Dengan distribusi yang kembali stabil, kebutuhan masyarakat diperkirakan dapat terpenuhi secara bertahap sehingga kepadatan di SPBU akan terus menurun dalam beberapa hari ke depan.
"Insya Allah dalam minggu ini kondisinya semakin stabil. Masyarakat yang sebelumnya kesulitan memperoleh BBM, sudah mulai bisa mendapatkan bahan bakar kembali,” papar Muazzin.
“Harapan kami, memasuki pekan depan antrean di SPBU sudah kembali seperti biasa," ujarnya.
Selain melakukan pemantauan di lapangan, DPRK Aceh Tamiang juga mengaku telah menjalin komunikasi dengan DPR RI untuk menyampaikan persoalan distribusi BBM yang sempat terjadi di wilayah tersebut.
Langkah itu dilakukan agar Pemerintah Pusat mengetahui kondisi yang dihadapi masyarakat Aceh Tamiang sekaligus mendorong percepatan penanganan distribusi energi di daerah.
Muazzin menambahkan, pihaknya akan terus mengawasi perkembangan distribusi BBM hingga benar-benar berjalan normal.
DPRK berharap tidak ada lagi pengurangan pasokan yang berpotensi memicu kelangkaan maupun kepanikan masyarakat dalam membeli bahan bakar.
Baca juga: Krisis BBM Intai Aceh Tamiang, Pedagang Khawatir Pasokan Barang Tersendat
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan disebut sudah kembali tersedia.
Dengan distribusi yang mulai pulih dan konsumsi masyarakat yang kembali normal, DPRK meyakini aktivitas pengisian BBM di seluruh SPBU Aceh Tamiang akan segera kembali berjalan lancar tanpa antrean panjang seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.(*)