Surga Pelari, Keindahan Lombok Manjakan Mata 9.200 Peserta Pocari Sweat Run 2026
Sirtupillaili July 12, 2026 11:20 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gelaran Pocari Sweat Run Lombok 2026 sukses digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, selama dua hari, 11-12 Juli 2026.

Ribuan pelari dari berbagai penjuru tumpah ruah di lintasan aspal terbaik Indonesia itu. Tidak hanya dari Indonesia, banyak diantaranya merupakan pelari asing. Jumlah peserta tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

Bagi para pelari, Pocari Sweat Run Lombok sangat spesial. Selain merasakan sensasi berlari di lintasan para pebalap dunia MotoGP, pemandangan alam Lombok di Kawasan wisata Mandalika benar-benar memanjakan mata. 

Baik saat sunset run 4,3K mengelilingi sirkuit maupun saat sunrise run pada ketegori 10K. Pelari disuguhkan pemandangan lagit merah muda dengan awan bak lukisan. 

Setelah berlari, peserta juga menikmati berbagai hiburan yang disiapkan panitia di lokasi acara. Termasuk konser music dari penyanyi dan band papan atas Indonesia.

Raffi Ahmad, artis yang juga utusan khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda datang dan merasakan langsung sensasi berlari di Mandalika. Ia mengaku sangat terkesan dengan suasana dan lanskap alam Lombok.

Event Pocari Sweat Run, kata Raffi Ahmad, sekaligus menjadi ajang promosi keindahan Lombok dan Indonesia kepada dunia.

"Ini sport tourism yang sangat baik sekali, tentunya untuk mengangkat Lombok NTB," kata Raffi, Minggu (11/7/2026).

Baca juga: Raffi Ahmad hingga Irfan Hakim Ramaikan Pocari Sweat Run 2026 di Sirkuit Mandalika

Ia mengatakan kegiatan seperti ini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat bukan hanya di dalam Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, namun juga di luar sirkuit. Serta mampu menjadi wadah untuk meningkatkan kreativias masyarakat.

Rute yang dipilih juga bukan hanya di dalam sirkuit, namun juga keluar area sirkuit. Sehingga para pelari bisa melihat langsung sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.

Penyelenggara juga memilih waktu pelaksanaan menjelang matahari terbenam untuk kategori 4,3 K. Sementara untuk kategori mataron dan half marathon, penyelenggara memilih waktu saat menjelang matahari terbit. 

Selain karena alasan cuaca, ini juga membuat para pelari bisa melihat keindahan matahari terbit dari sela-sela bukit yang mengelilingi kawasan Mandalika.

"Ini bisa kita lihat banyak yang datang karena tahun lalu viral sedunia, tahun kedua ini datang untuk melihat keindahan Lombok," kata Raffi.

9.200 Pelari Berpartisipasi

lihat foto
BERLARI - Para pelari Pocari Sweat Run Lombok 2026 menghampiri Water Station di lintasan Sirkuit Pertamina Mandalika, Minggu (12/7/2026).

Direktur Marketing PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati mengatakan total 9.200 pelari mengikuti ajang ini yang terbagi dalam tiga kategori mulai dari 4,3K, 10K, Half Marathon, dan Marathon.

"Hanya ada 20 persen (warga NTB), artinya ada 70 persen dari luar Lombok, jadi tadi yang katanya dampak ekonomi di Lombok benar-benar bisa dirasakan," kata Wina.

Pocari Sweat Run ini merupakan tahun kedua diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok. Tahun lalu event ini diselenggarakan di bulan September. Setelah menerima banyak masukan dan evaluasi kemudian diselenggarakan di bulan Juli 2026.

Wina mengatakan perbedaan waktu pelaksanaan ini disesuaikan dengan cuaca di Lombok karena ini sangat berpengaruh bagi para pelari, serta menyesuaikan dengan event lari nasional dan dunia.

Jadi Marathon Kelas Dunia

lihat foto
POCARI SWEAT RUN - Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat melapas pelari Pocari Sweat Run Lombok 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Minggu (12/7/2026).

 

Suksesnya penyelenggaraan dua edisi Pocari Sweat Run membuat Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal optimis ke depan akan lebih baik lagi. Bahkan ia mendorong agar event ini bisa menjadi event marathon kelas dunia.

"Banyak perbaikan-perbaikan yang kita lakukan dari event sebelumnya, harapkan kita ini bisa menjadi world class marathon sehingga nanti akan banyak peserta asing yang datang kesini," kata Iqbal, dalam konferensi pers, di Sirkuit Mandalika, Sabtu (11/7/2026).

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Setiap tahunnya event ini berhasil mendatangkan lebih dari 9.000 pelari dan hanya 20 persen berasal dari NTB. Artinya perputaran ekonomi di kawasan Sirkuit Mandalika hidup karena banyak wisatawan yang datang.

Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini juga mengatakan tahun ini lebih banyak side event yang dibuat dalam memeriahkan event ini, bukan hanya di dalam kawasan sirkuit tetapi juga di luar seperti di kawasan Pasar Mandalika.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.