TRIBUNJOGJA.COM- Di tengah kesibukan sehari-hari, minum air putih sering kali menjadi hal yang terlupakan.
Banyak orang baru mengambil botol minum ketika tenggorokan mulai terasa kering atau tubuh sudah merasa sangat haus.
Ada pula yang lebih memilih minuman manis, kopi, atau teh untuk menemani aktivitas tanpa menyadari bahwa tubuh tetap membutuhkan air putih dalam jumlah yang cukup.
Padahal, air bukan sekadar pelepas dahaga.
Di balik tampilannya yang sederhana, air memiliki peran penting dalam menjaga hampir seluruh fungsi tubuh.
Mulai dari membantu mengatur suhu tubuh, mengangkut oksigen dan zat gizi ke seluruh sel, melancarkan proses pencernaan, hingga membuang sisa metabolisme melalui urine dan keringat.
Tanpa asupan cairan yang cukup, berbagai sistem di dalam tubuh tidak dapat bekerja secara optimal.
Menurut penelitian,, sekitar 50 hingga 60 persen tubuh orang dewasa terdiri atas air. Kandungan tersebut tersebar di dalam darah, organ, jaringan, dan sel-sel tubuh.
Karena setiap hari tubuh kehilangan cairan melalui napas, keringat, urine, maupun feses, cairan yang hilang perlu digantikan secara rutin agar keseimbangannya tetap terjaga.
Sayangnya, masih banyak orang yang menjadikan rasa haus sebagai satu-satunya penanda bahwa tubuh membutuhkan minum.
Padahal, rasa haus sebenarnya muncul ketika tubuh sudah mulai mengalami kekurangan cairan.
Penelitian mengatakan bahwa dehidrasi ringan dapat terjadi sebelum seseorang benar-benar merasa haus.
Meski sering kali tidak menimbulkan gejala yang berat, kondisi ini tetap dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh jika terus dibiarkan.
Dehidrasi merupakan kondisi ketika jumlah cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dibandingkan cairan yang masuk.
Penyebabnya pun beragam, mulai dari kurang minum, cuaca yang panas, aktivitas fisik yang berat, hingga demam atau diare.
Namun, pada banyak orang, penyebab paling sederhana justru berasal dari kebiasaan yang sering dianggap sepele, yaitu lupa minum air putih selama beraktivitas.
Kondisi ini tidak selalu langsung membuat seseorang jatuh sakit.
Sebaliknya, tubuh biasanya memberikan tanda-tanda yang muncul secara bertahap.
Karena gejalanya tergolong ringan, tidak sedikit orang yang mengira rasa lelah, sulit berkonsentrasi, atau sakit kepala yang dialami hanya disebabkan oleh kurang tidur atau pekerjaan yang menumpuk.
Padahal, kekurangan cairan juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.
Itulah mengapa menjaga tubuh tetap terhidrasi bukan hanya penting bagi atlet atau orang yang banyak berolahraga, tetapi juga bagi siapa saja yang menjalani aktivitas sehari-hari.
Baik bekerja di depan komputer, belajar di kelas, maupun melakukan pekerjaan rumah tangga, tubuh tetap membutuhkan cairan agar organ-organ di dalamnya dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Lalu, apa saja yang dapat terjadi ketika tubuh terlalu sering kekurangan cairan?
Meski terlihat sederhana, kebiasaan lupa minum air putih dapat memengaruhi kondisi fisik maupun kemampuan tubuh menjalankan berbagai fungsi pentingnya.
Tubuh Lebih Mudah Lelah
Salah satu dampak yang paling sering dirasakan ketika tubuh kekurangan cairan adalah mudah merasa lelah.
Cairan berperan menjaga volume darah agar tetap stabil sehingga oksigen dan nutrisi dapat diedarkan ke seluruh tubuh dengan baik.
Ketika cairan tubuh berkurang, volume darah ikut menurun. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke berbagai organ dan jaringan.
Kondisi tersebut membuat tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk melakukan aktivitas yang sebenarnya ringan.
Tidak heran jika seseorang yang kurang minum lebih cepat merasa lemas, kurang bertenaga, atau mudah kehabisan energi dibandingkan biasanya.
Pada orang yang aktif bergerak atau berolahraga, kekurangan cairan bahkan dapat menurunkan performa fisik karena tubuh lebih sulit mengatur suhu dan menjaga fungsi otot.
Sulit Berkonsentrasi dan Mudah Mengantuk
Selain memengaruhi kondisi fisik, kurang minum air putih juga dapat berdampak pada kemampuan otak dalam bekerja.
Otak membutuhkan cairan agar berbagai proses di dalamnya dapat berlangsung secara optimal.
Saat tubuh mengalami dehidrasi ringan, kemampuan untuk berkonsentrasi, mengingat informasi, hingga mengambil keputusan dapat ikut menurun.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi ringan dapat memengaruhi suasana hati, tingkat kewaspadaan, serta fungsi kognitif seseorang.
Akibatnya, seseorang mungkin menjadi lebih sulit fokus saat bekerja atau belajar, lebih mudah terdistraksi, bahkan merasa mengantuk meski sudah tidur cukup.
Tak sedikit orang yang mengira kondisi tersebut hanya disebabkan oleh kelelahan atau kurang tidur.
Padahal, memenuhi kebutuhan cairan harian juga menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga konsentrasi selama beraktivitas.
Sakit Kepala Bisa Menjadi Salah Satu Tanda
Pernah mengalami sakit kepala setelah seharian sibuk tanpa sempat minum?
Kondisi tersebut bisa saja berkaitan dengan kurangnya cairan di dalam tubuh.
Dehidrasi dapat memengaruhi keseimbangan cairan di sekitar otak serta mengubah aliran darah sehingga memicu munculnya sakit kepala pada sebagian orang.
Keluhannya bisa berupa rasa nyeri ringan, kepala terasa berat, hingga pusing ketika berdiri atau berpindah posisi terlalu cepat.
Meski begitu, perlu diingat bahwa sakit kepala memiliki banyak penyebab. Karena itu, dehidrasi bukan satu-satunya faktor yang dapat memicu kondisi tersebut.
Namun, jika sakit kepala muncul setelah tubuh kekurangan cairan, minum air putih secara bertahap dapat membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.
Warna Urine Dapat Menjadi Petunjuk
Tubuh sebenarnya memiliki cara sederhana untuk menunjukkan apakah kebutuhan cairan sudah tercukupi, yaitu melalui warna urine.
Penelitian menyebutkan bahwa urine yang berwarna kuning muda umumnya menjadi tanda bahwa tubuh mendapatkan cukup cairan.
Sebaliknya, urine yang berwarna lebih pekat dapat mengindikasikan bahwa tubuh sedang berusaha menghemat cairan karena asupan air masih kurang.
Meski demikian, warna urine juga bisa dipengaruhi oleh makanan tertentu, suplemen, maupun obat-obatan.
Oleh sebab itu, perubahan warna urine sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya acuan.
Namun, jika urine terus-menerus tampak pekat disertai rasa haus atau tubuh terasa lemas, bisa jadi itu merupakan sinyal bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.
Pencernaan Menjadi Kurang Lancar
Air juga memiliki peran penting dalam menjaga sistem pencernaan tetap bekerja dengan baik.
Cairan membantu makanan bergerak di sepanjang saluran cerna sekaligus menjaga tekstur feses agar tetap lunak.
Ketika tubuh kekurangan cairan, usus akan menyerap lebih banyak air dari sisa makanan yang sedang diproses.
Akibatnya, feses menjadi lebih keras sehingga lebih sulit dikeluarkan. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, risiko sembelit pun dapat meningkat.
Karena itu, menjaga kesehatan pencernaan tidak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan tinggi serat.
Asupan cairan yang memadai juga diperlukan agar serat dapat bekerja secara optimal di dalam saluran cerna.
Kulit dan Bibir Terasa Lebih Kering
Kurangnya asupan cairan juga dapat terlihat dari kondisi kulit dan bibir.
Saat tubuh kekurangan air, organ-organ vital akan menjadi prioritas utama dalam penggunaan cairan.
Akibatnya, bagian tubuh lain, termasuk kulit, bisa kehilangan kelembapannya lebih cepat.
Bibir yang pecah-pecah, mulut terasa kering, atau kulit yang tampak kusam memang tidak selalu disebabkan oleh dehidrasi.
Namun, mencukupi kebutuhan cairan tetap menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kelembapan alami tubuh dari dalam.
Jangan Menunggu Haus untuk Minum
Rasa haus memang merupakan mekanisme alami tubuh untuk memberi tahu bahwa cairan perlu segera diganti.
Namun, para ahli menyarankan agar kebiasaan minum tidak menunggu sampai rasa haus muncul.
Cara yang lebih baik adalah membiasakan minum sedikit demi sedikit sepanjang hari.
Membawa botol minum saat beraktivitas, meletakkannya di meja kerja, atau memasang pengingat dapat membantu seseorang lebih rutin memenuhi kebutuhan cairan hariannya.
Perlu diingat pula bahwa kebutuhan cairan setiap orang tidak selalu sama.
Usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, aktivitas fisik, hingga cuaca dapat memengaruhi banyaknya cairan yang dibutuhkan tubuh.
Selain berasal dari air putih, cairan juga dapat diperoleh dari buah dan sayuran yang memiliki kandungan air tinggi.
Meski demikian, air putih tetap menjadi pilihan terbaik karena tidak mengandung gula tambahan maupun kalori.
Sering lupa minum air putih mungkin terdengar sebagai kebiasaan yang sepele.
Namun, jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, mulai dari energi, konsentrasi, kesehatan pencernaan, hingga performa dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, membiasakan diri minum air putih secara teratur merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga tubuh tetap sehat dan berfungsi secara optimal.
(MG- Mayumi Cinta Mahesi)