Bacaan Injil Katolik Selasa 14 Juli 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan July 13, 2026 11:59 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik Selasa 14 Juli 2026.

Bacaan injil katolik lengkap renungan harian katolik.

Renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XI tahun A. Hari Selasa warna liturgi hijau.

Bacaan hari Selasa: Yes 7:1-9; Mzm 48:2-3a.3b-4.5-6.7-8; Mat 11:20-24 dan BcO Ayb 3:1-26.

Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Selasa 14 Juli 2026, Hari Biasa Pekan XI Tahun A

Bacaan Pertama:

Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.

Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,

dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya.

Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata:

Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya,

maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi,

sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi.

Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya.

Mazmur Tanggapan

Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.

Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.

Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju;

demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan.

Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.

Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.

Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil:

P: Alleluia

U: Alleluia

Bacaan Injil Katolik

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

Tetapi Aku berkata kepadamu, pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.

Tetapi Aku berkata kepadamu, pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."

Renungan Harian Katolik

Injil hari ini berkisah tentang teguran keras Yesus kepada kota-kota yang telah menyaksikan banyak mukjizat-Nya, namun mereka tetap tidak bertobat. Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum telah melihat kuasa Allah secara langsung, namun hati mereka tetap keras. Yesus bahkan mengatakan bahwa nasib Tirus dan Sidon, kota-kota kafir yang terkenal kejahatannya, akan lebih baik pada hari penghakiman daripada mereka.

Teguran Yesus ini menyentil kita tentang bahaya kebiasaan rohani, tanpa adanya perubahan hati. Melihat dan mendengar tentang kebaikan Tuhan tidak otomatis membuat kita menjadi lebih baik. Justru, semakin besar terang yang kita terima, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk merespons dengan pertobatan dan perubahan hidup. Jangan sampai kita menjadi seperti kota-kota itu, yang dekat dengan sumber berkat, namun tetap jauh dari hati Tuhan. Kesempatan demi kesempatan diberikan, namun penolakan akan membawa konsekuensi yang serius. Marilah kita senantiasa memeriksa hati kita agar tidak menjadi tumpul terhadap panggilan kasih Tuhan.

Ya Tuhan, ampunilah kami karena hati kami sering kali keras dan lalai terhadap kebaikan-Mu. Lembutkan hati kami agar senantiasa terbuka terhadap panggilan-Mu dan menghasilkan buah pertobatan yang sejati. Jangan biarkan kami menjadi orang-orang yang dekat dengan terang-Mu, namun jauh dari hati-Mu. Amin. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com//kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.