Laporan wartawan TribunJatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sebuah sekolah dasar negeri, yaitu SDN 2 Plandaan Tulungagung melakukan cara unik untuk mendapatkan siswa baru.
Yaitu dengan memberikan seragam, dan perlengkapan sekolah gratis.
Namun, usaha tersebut tidak beralan mulus.
Sebab, SDN 2 Plandaan yang ada di Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung hanya mendapatkan 2 siswa baru.
Sekolah ini mengalami kemunduran setelah pemerintah desa setempat membangun kolam renang di halaman sekolah yang berstatus tanah milik desa, di tahun 2021.
Baca juga: Pemkab Kediri Tegaskan Tak Bakal Ada Perpeloncon dan Bullying di MPLS 2026: Sekolah Ramah Anak
Kepala sekolah harus datang dari rumah ke rumah untuk mendapatkan siswa baru.
Selain itu pihak sekolah juga menyediakan seragam dan peralatan sekolah gratis bagi siswa baru, demi menarik siswa baru.
Namun segala upaya itu hanya bisa mendapatkan 2 siswa baru.
“Upaya kami sudah mulai 4 bulan sebelum SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru). Kami sudah mengumpulkan iuran di antara guru,” jelas Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Khomariyah, Senin (13/7/2026) pukul 07.30 WIB, setelah upacara bendera.
Lanjutnya, uang iuran dari para guru ini dipakai untuk membeli seragam dan peralatan sekolah siswa baru.
Siti lalu mendatangi sejumlah Taman Kanak-kanak terdekat untuk mencari data siswa yang rumahnya dekat dengan SDN 2 Plandaan.
Selanjutnya Siti mendatangi dari rumah ke rumah, merayu orang tua agar mau menyekolahkan anaknya di SDN 2 Plandaan.
“Kurang 1 minggu dari SPMB, kami mendapatkan 3 calon siswa. Tapi kurang 1 hari, salah satunya pindah ke SD lain,” ungkapnya.
Orang tua yang memilih menyekolahkan ke SD lain beralasan ingin anaknya sekolah yang punya banyak siswa.
Terakhir tersisa 2 siswa yang bertahan, satu dari warga setempat, satu lainnya dari luar desa.
Dari pengalaman datang dari rumah ke rumah, Siti menangkap isu yang berkembang jika SDN 2 Plandaan sudah bubar, tidak ada pembelajaran lagi.
“Isunya sekolah sudah malam tutup. Faktanya sekolah ini masih aktif, pembelajaran masih berjalan,” ucapnya.
Untuk menarik siswa baru, Siti dan para guru menyediakan seragam dan perlengkapan sekolah gratis untuk.
Totalnya seluruh seragam dan peralatan sekolah sekitar Rp 400.000 sampai Rp 500.000 per siswa.
Bahkan para guru mengantarkan calon siswa ini untuk membeli seragam baru di toko seragam.
“Seragamnya lengkap, mulai putih merah, pramuka, seragam khas sampai sepatu. Misalnya orang tua siswa mau belanja sendiri, kami berikan uangnya,” tutur Siti.
Saat ini total jumlah siswa SDN 2 Plandaan 16 anak, terdiri kelas 1 ada 2 siswa, kelas 2 ada 2 siswa, kelas 3 ada 2 siswa, kelas 4 ada 4 siswa, kelas 5 ada 3 siswa, dan kelas 6 ada 3 siswa.
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) seluruh siswa digabung di satu ruangan.
Kesehariannya para guru juga memberi uang saku atau membelikan jajan untuk para siswa.
Guru dan tenaga kependidikan di sekolah ada terdiri dari 1 Guru Tidak Tetap (GTT), 1 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, 4 PPPK, dan 2 PNS.
Guru dengan status PNS dan PPPK yang iuran Rp 200.000 per bulan untuk berbagai kepentingan, termasuk membelikan seragam sekolah siswa baru.
Karena jumlah siswa yang sedikit, sekolah ini tidak bisa mengandalkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Gaji GTT juga diambilkan dari iuran ini. Misalnya mau beli printer juga dari iuran,” ujar Siti.
Meski jumlah murid sedikit, tidak berpengaruh pada penggajian para guru.
Siti hanya khawatir jika ke depan sekolah ini tidak mendapat siswa, otomatis akan berpengaruh pada penggajian para guru.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com