TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua klub asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman, masih terlihat tenang menghadapi bursa transfer awal musim Super League 2026/2027.
Hingga memasuki pekan kedua Juli, belum ada satu pun pemain anyar yang diumumkan oleh kedua tim.
Baik PSIM maupun PSS saat ini masih fokus melakukan perombakan skuad dengan melepas sejumlah pemain yang menjadi bagian tim musim lalu.
PSIM Yogyakarta sejauh ini telah berpisah dengan enam pemain, yakni Deri Corfe, Anton Fase, Donny Warmerdam, Ikhsan Chan, Andy Setyo, dan Fahreza Sudin.
Di sisi lain, Laskar Mataram baru mengumumkan dua kepastian untuk musim depan, yakni mempertahankan kiper Cahya Supriadi serta memperpanjang kerja sama dengan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel.
Sementara itu, PSS Sleman telah melepas tujuh pemain, yaitu Irvan Yunus Mofu, Iman Fathurahman, Ichsan Pratama, Nuri Fasya, Muhammad Tahir, Rezin Diop Wamu, dan Muhammad Fahri.
Super Elja sedikit lebih aktif dalam memberikan pengumuman dengan memperkenalkan Pieter Huistra sebagai pelatih kepala, mempromosikan 10 pemain akademi ke tim utama, serta memastikan Dominikus Dion tetap menjadi bagian skuad musim 2026/2027.
Baca juga: Cegah Praktik Haji Ilegal, Kanwil Haji dan Umrah DIY Bakal Bentuk Satgas Khusus di Bandara
Meski demikian, hingga kini kedua klub sama-sama belum memperkenalkan satu pun rekrutan baru untuk menghadapi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.
Situasi ini pun mulai mendapat perhatian dari para suporter. Mereka berharap manajemen masing-masing klub segera bergerak mendatangkan pemain baru agar persiapan menghadapi musim kompetisi semakin matang.
Suporter PSIM Yogyakarta asal Sewon, Rizky Adam (21), menilai klub-klub lain di Super League sudah mulai aktif memperkenalkan pemain baru. Karena itu, ia berharap manajemen PSIM segera mengikuti langkah serupa.
“Kami berharap sekali mereka cepat mengumumkan pemain. Sejauh ini belum ada nama baru. Padahal masih banyak catatan dari musim lalu,” ujar Rizky, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, PSIM perlu mendatangkan seorang penyerang tajam. Ia berkaca pada musim lalu ketika pencetak gol terbanyak tim justru berasal dari lini tengah, yakni Ze Valente.
“Semoga manajemen bisa mendapatkan striker yang bagus dan mampu mencetak dua digit gol seperti Rafinha dua musim lalu,” katanya.
Harapan serupa juga disampaikan suporter PSS Sleman asal Godean, Robi Nugraha (28). Menurutnya, PSS perlu bergerak cepat agar tidak kalah bersaing mendapatkan pemain berkualitas di bursa transfer.
Ia menilai status PSS sebagai tim promosi membuat kebutuhan untuk merombak skuad menjadi lebih besar dibanding klub lain.
“Kalau tim promosi sepertinya memang harus merekrut banyak pemain baru untuk melengkapi kerangka tim yang sudah ada,” ujarnya.
Robi juga menyoroti kebutuhan PSS di sektor penjaga gawang setelah melepas Muhammad Fahri. Menurutnya, kehadiran kiper berpengalaman akan menjadi salah satu kunci bagi Super Elja untuk bersaing di Super League musim depan.
“Salah satu faktor penting ada di posisi kiper. Semoga bisa mendapatkan kiper yang bagus, selain juga memperkuat lini belakang dan lini tengah,” harapnya. (*)