TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Pemkab Situbondo melantik tiga kepala desa hasil Pergantian Antar Waktu (PAW) di Pendopo Rakyat Situbondo, Senin (13/7/2026). Pelantikan dipimpin langsung Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Tiga kepala desa yang dilantik yakni Taufik Hidayat sebagai Kepala Desa Sumberanyar, Abul Hasan sebagai Kepala Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, serta Hairil Anqae sebagai Kepala Desa Curahkalak, Kecamatan Jangkar.
Proses PAW dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa yang ditinggalkan karena meninggal dunia maupun tersangkut persoalan hukum terkait dugaan pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
Baca juga: Investor Tiongkok Lirik Wisata Diving Pasir Putih Situbondo, Bupati Rio Siap Fasilitasi
Dalam sambutannya, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan bahwa setiap kontestasi politik selalu menghasilkan pihak yang menang dan kalah. Karena itu, kepala desa yang baru dilantik diminta segera merangkul seluruh masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya menjadi lawan politik saat proses pemilihan PAW.
"Saya dan Mbak Ulfi selalu memberi contoh kepada siapa pun dan kami selalu melakukan upaya perbaikan komunikasi. Saya dan Mbak Ulfi berdiri di sini juga dalam konteks politik yang saling kalah mengalahkan dan menang memenangkan," ujar Rio.
Rio mengingatkan bahwa setelah proses politik selesai, kepala desa harus menjadi pemimpin bagi seluruh warga tanpa membedakan pilihan politik.
"Artinya hampir separuh masyarakat Situbondo tidak memilih Mas Rio dan Mbak Ulfi, tetapi ketika kami dilantik menjadi bupati dan wakil bupati, semuanya adalah warga Situbondo," katanya.
Bupati Rio juga memastikan Pemerintah Kabupaten Situbondo tidak membedakan pembangunan berdasarkan wilayah pendukung maupun bukan pendukungnya saat Pilkada.
"Kami sama sekali tidak membeda-bedakan, meskipun di desa itu kami kalah telak. Coba cek pembangunan jalan paling banyak di Kecamatan Arjasa. Justru di basis kemenangan kami sampai sekarang belum ada pembangunan karena disesuaikan dengan kebutuhannya," tegasnya.
Ia menambahkan komitmen tersebut juga diterapkan di wilayah lain.
Baca juga: Jelang MBG Dimulai Lagi, Harga Ayam dan Telur Langsung Meroket di Situbondo
"Meskipun di Besuki kami kalah, silakan cek komitmen kami bersama Mbak Ulfi dalam membangun Besuki. Nanti bisa dilihat pembangunan jalan di Kecamatan Jatibanteng pada tahun 2027," ujarnya.
Kepala Desa Sumberanyar yang baru dilantik, Taufik Hidayat, berkomitmen membawa perubahan positif bagi desanya yang selama ini menghadapi berbagai persoalan.
"Dengan banyaknya masalah di desa kami, saya berjanji akan menunjukkan perubahan yang lebih maju dari sebelumnya, misalnya melalui pembangunan dan program-program lainnya," katanya.
Selain itu, ia menegaskan akan memperkuat sinergi antara pemerintah desa dengan masyarakat.
Baca juga: SPPG Situbondo Gandeng Peternak, Pasok Telur Program MBG
"Seperti bergotong royong. Intinya bersama masyarakat membangun lingkungan," ujarnya.
Penasehat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Situbondo, Muh Samsuri Abbas, mengatakan masih terdapat beberapa desa yang belum menggelar pemilihan kepala desa PAW.
Desa-desa tersebut antara lain Desa Peleyan di Kecamatan Panarukan, serta Desa Kalirejo dan Desa Sumbersari di Kecamatan Sumbermalang.
"Alasan desa-desa tersebut tidak menggelar PAW karena masa jabatan yang tersisa relatif pendek dan tahun depan sudah memasuki pelaksanaan pilkades," kata Samsuri.