TRIBUNNEWS.COM - Laju Mesir di Piala Dunia 2026 boleh saja terhenti di babak 16 besar ketika mereka kalah dari Argentina dengan skor 3-2.
Namun kekalahan yang diderita tim berjuluk The Pharaoh itu tak menjadi hal yang mudah direngkuh sang lawan, yaitu Argentina.
Argentina harus benar-benar bermain ketat, fokus, dan kerja keras hingga menit-menit akhir untuk mendapatkan kemenangan tersebut.
Padahal dari sisi head to head antarpemain, seharusnya Argentina bisa mengehampaskan Mesir dengan mudah.
Apalagi mereka memiliki seorang Lionel Messi yang kerap menjadi pembeda.
"Gak bisa didebat lah Messi di Argentina tuh salah satu magnet terbesar lah di muka bumi ini apalagi sepak bola," kata Hamid Anwar, seorang pengamat sepak bola dari @analiskampungsebelah, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Lionel Messi, Ancaman Nyata bagi Inggris di Semifinal Piala Dunia?
Justru karena itulah, pihak Mesir mati-matian menjaga para pemainnya tak kalah sebelum bertanding.
Sebuah inisiatif besar diambil pelatih Mesir, Hossam Hassan saat mempersiapkan timnya untuk menghadapi Argentina.
Tak cuma mematangkan soal taktik, Hassan juga berusaha menekankan kepada para pemainnya soal Messi.
Ia ingin para pemainnya menganggap Messi selayaknya lawan sebagaimana yang biasa mereka hadapi.
Messi hanyalah seorang pemain bola biasa, juga sama seperti pemain-pemain Mesir yang berjuang di lapangan.
Hassan tak ingin nama besar Messi memengaruhi para pemain Mesir.
Hal tersebut diterangkan oleh Asisten Pelatih Mesir, Ibrahim Hassan.
"Saya akan menjabarkan satu hal tentang pertandingan melawan Argentina," buka Hassan dalam diskusi bersama Futbol Arena.
"Ketika kami menghadapi Argentina, pelatih kami memberikan instruksi kepada pemain seperti biasa, tetapi ia tak pernah menyebut nama Messi."
"Alih-alih menyebut nama Messi, ia akan menyebutnya sebagai 'pemain nomor 10 itu', seperti itu."
"Hal itu dilakukan agar para pemain kami akan melihat dan merasa Messi seperti pemain bola pada umumnya dan tidak memberikannya keagungan lainnya di atas lapangan," sambungnya.
Bisa dibilang, taktik itu sempat menjadi hal yang manjur bagi Mesir.
Pasalnya Messi tak berkutik di laga itu kurang lebih selama 75 menit lamanya.
Namun pada saat yang sama, Messi hanya membutuhkan sisa 15 menit di laga itu untuk menunjukan magisnya.
Kemunculan Messi sebagai juru selamat Argentina berawal dari sebuah sepak pojok yang didapatkan di menit ke-79.
Kiriman bola dari Messi disambut tepat oleh Cristiano Romero untuk mencetak gol pertama.
Setelah itu, tepatnya pada menit ke-83, Messi sendiri yang mencetak gol bagi Argentina.
Ia memanfaatkan sebuah peluang dari Gonzalo Montiel yang tak bisa dihalau sempurna oleh lini belakang Mesir.
Skor menjadi 2-2 yang menghidupkan peluang Argentina untuk membalikkan keadaan.
Benar saja, Argentina menunggu hingga menit ke-90+2 untuk mencetak gol kemenangan lewat Enzo Fernandez.
Terlepas dari hasil pertandingan yang tetap membuat Argentina melangkah ke babak selanjutnya, upaya keras dari Mesir juga pantas mendapatkan apresiasi.
Setidaknya wakil Afrika itu menunjukan Argentina juga bisa ditaklukan meski Messi masih berada di dalamnya.
Kelanjutan kisah Argentina di Piala Dunia 2026 akan diuji oleh Inggris di babak semifinal nantinya.
Pertandingan antara Argentina dan Inggris akan digelar pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB di Atlanta Stadium.
(Tribunnews.com/Guruh)