MPLS di SDN 1 Gedung Meneng Bandar Lampung hanya Diikuti 2 Siswa Baru
Reny Fitriani July 13, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 1 Gedung Meneng khususnya hanya diikuti 2 siswi baru. 

 Baca Juga: Seragam SD Warnai Hari Pertama MPLS SMPN 19 Bandar Lampung

Dua siswi tersebut diantarkan oleh orang tuanya ke sekolah yang berada di Jalan Lada 3 Nomor 19, Kelurahan Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Senin (13/7/2026). 

Total siswa yang bersekolah di hari pertama ada sekitar 40 orang.

Rinciannya, kelas I (2), kelas II (6), kelas III (3), kelas IV (7), kelas V (13) dan kelas VI (9). 

Para siswa yang hadir terlihat semangat mengikuti MPLS dengan berdiri tegak di bawah tiang bendera merah putih. 

Suasana ceria sekaligus penuh harapan mewarnai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 1 Gedung Meneng. 

Para murid baru tampak antusias memulai babak baru pendidikan mereka dengan memakai seragam, topi, dan sepatu yang serba baru.

Meskipun pelaksanaan MPLS tahun ini terbilang unik karena jumlah pendaftar di kelas satu yang sangat minim, hal tersebut tidak mengurangi semangat para orang tua maupun pihak sekolah.

Orang tua murid SDN 1 Gedung Meneng, Andi Irawan, mengatakan, putri keempatnya masuk kelas 1 tahun ini diantara menggunakan motor. 

"Anak saya sangat antusias dalam mengikuti MPLS dan memang siswa baru di sekolah tempat saya menimba ilmu ini cukup sedikit hanya 2 siswa saja," kata Andi Irawan saat diwawancarai di pelataran SDN 1 Gedung Meneng, Bandar Lampung, Senin (13/7/2026). 

Andi mengungkapkan bahwa putrinya sangat antusias dan bangun lebih awal demi bersiap-siap ke sekolah.

​"Cukup baik dan antusias. Anak saya ngerasa bahagia, senang, dengan diantar abinya ke sekolah," ucap Andi. 

Andi berharap SDN 1 Gedung Meneng bisa terus berkembang menjadi lebih baik. 

Ia juga memberikan tanggapan bijak mengenai kondisi siswa baru yang hanya berjumlah dua orang. 

​"Ya sebenarnya saya ya banggalah. Artinya walaupun dua siswa, ya mudah-mudahan untuk ke depannya bisa lebih sukses lagi, lebih banyak siswa," kata Andi.

Andi mengatakan, dirinya sengaja berbagi tugas dengan ibu dari anaknya Fatimah demi mendampingi momen penting sang anak.

Selain Andi, orang tua lainnya seperti Vita juga turut hadir mendampingi buah hatinya pada hari pertama masuk sekolah.

Vita menjelaskan bahwa pihak sekolah menyambut kehadiran siswa baru dengan tangan terbuka. 

"Dengan harapan biar belajarnya rajin dan semangat gitu. Kayak hari-hari biasa ajalah kayak gitu," kata Vita.

Saat ditanya hanya ada ada 2 siswa baru, Vita menjelaskan hal itu kemungkinan karena kurangnya promosi dari sekolah. 

Dirinya mengaku menyekolahkan anaknya ke SDN 1 Gedung Meneng karena lebih dekat dengan rumah.

"Lagipula, ya sama aja sih kalau untuk semua SD sebenarnya, belajarnya juga sama aja, gitu-gitu jugalah," tuturnya.

"Saya menyekolahkan anak saya di sini karena dekat rumah saya, karena kan di seberang rumah saya sekitar 5 menit sampai," lanjutnya.

Pihaknya berharap SDN 1 Gedung Meneng bisa lebih maju, lebih sukses dan siswa baru kedepan lebih ramai lagi. 

"Anak saya kelas 2 juga pindah ke SDN 1 Gedung Meneng dari Labuhan Ratu," kata Vita.

Sementara itu, perwakilan guru SDN 1 Gedung Meneng Rita mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di sekolah.

"Anak-anak enggak perlu takut ya karena ada kakak kelasnya, enggak perlu risau," ujarnya.

​Rita menegaskan bahwa kakak kelas serta guru-guru di SDN 1 Gedung Meneng siap membimbing dan menuntun para siswa baru agar bisa belajar dengan ceria dan penuh kebahagiaan.

​Tidak hanya memberikan pembekalan mental, pihak sekolah juga menaruh perhatian besar pada kesehatan fisik para murid. 

Guru SDN 1 Gedung Meneng lainnya, Ari, memberikan imbauan tegas kepada para orang tua terkait kebiasaan konsumsi anak di pagi hari.

Ari menyoroti maraknya anak-anak yang terbiasa mengonsumsi mi instan gelas dan minuman es instan (es cekek) saat sarapan.

"Minuman itu, nak, mengandung pemanis, pewarna. Kalian minum setiap hari, kurang minum air putihnya, sekarang banyak kena apa anak kecil? Penyakit apa? Gagal ginjal," tegas Ari. 

Pihaknya mengingatkan risiko kesehatan bagi anak-anak.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Ari meminta kerja sama dari para orang tua di rumah agar membekali anak-anak mereka dengan air putih dari rumah. 

Pihak sekolah juga berharap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siswa, alih-alih memilih jajan sembarangan.

​"Jadi untuk Bapak/Ibu di rumah, tolong anak-anak dipersiapkan botol minum. Jadi minum itu tetap bawa dari rumah, air putih itu. Nantinya mereka mau jajan es, setidaknya sudah siang," ujar Ari mewakili Kepala SDN 1 Gedung Meneng, Mellyani.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.