TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Denpasar resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru pada Senin 13 Juli 2026.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari ini mengusung konsep ramah anak dan berfokus pada penciptaan lingkungan belajar yang aman.
Kepala Sekolah SMAN 4 Denpasar, I Made Sudana, mengungkapkan bahwa total siswa baru yang mengikuti kegiatan MPLS tahun ini berjumlah 428 orang.
Jumlah tersebut didapat setelah adanya dinamika pengunduran diri dari beberapa calon siswa.
Baca juga: MPLS di Denpasar Bali Digelar 5 Hari, Larang Perpeloncoan, Ada Materi Pengelolaan Sampah
"Jumlah murid yang ikut di MPLS SMA 4 ini sebanyak 428. Kenapa 428? Jumlah seluruhnya kan 432, karena 4 orang yang mengundurkan diri, berarti kan 32 dikurang 4 sisa 28. Artinya jumlah mereka yang ikut sekarang ini adalah sebanyak 428 orang," ujar I Made Sudana saat ditemui Senin 13 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan MPLS akan dilaksanakan hingga hari Jumat mendatang.
Terkait dengan visi kegiatan, SMAN 4 Denpasar secara ketat mengacu pada pemenuhan hak kenyamanan siswa.
"Temanya MPLS Ramah berfokus pada terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman dan bebas kekerasan," jelasnya.
Baca juga: MPLS 2025, Siswa SMP di Jembrana Diberi Materi Khusus
Selama lima hari ke depan, para siswa baru akan dibekali dengan berbagai materi esensial mengenai lingkungan internal sekolah yang disampaikan langsung oleh jajaran manajemen sekolah.
Materi tersebut mencakup pengenalan budaya sekolah hingga sistem komunikasi publik.
"Materinya nanti kan satu, kalau dari kepala sekolah tentang budaya sekolah. Kemudian kesiswaan tentang kesiswaan kemudian kurikulum ya tentang materi kurikulum."
"Kemudian humas tentang pengelolaan sarana prasarana. Kalau sarana prasarana tentang pengelolaan sarana prasarana. Kalau tentang humas itu kan bagaimana program-program sekolah yang pantas dikomunikasikan ke masyarakat," bebernya.
Baca juga: CEGAH Bullying Jadi Materi MPLS di Denpasar, SD di Buleleng dan Karangasem Tak Dapat Murid Baru
Pihak sekolah juga memberikan garansi penuh bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini bersih dari praktik-praktik senioritas negatif.
Made Sudana menegaskan telah memberikan instruksi ketat kepada panitia agar menjaga kondusivitas acara.
"Ini dari kemarin saya sudah memberikan pemahaman pada para panitia, bahwasanya ini kan namanya MPLS ramah, ya. Yang namanya ramah kan tidak ada yang namanya perpeloncoan, suatu apa kegiatan yang menakutkan. MPLS yang ramah yang terbentuknya situasi kondisi yang aman dan nyaman. Sehingga nanti diharapkan tidak ada yang namanya perpeloncoan, bullying, dan lain-lain," tegasnya.
Di sisi lain, SMAN 4 Denpasar masih menjadi salah satu sekolah favorit yang paling diburu dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Hal ini terlihat dari melonjaknya angka pendaftar yang masuk dari gabungan tahap satu maupun tahap dua. Dari ribuan pendaftar tersebut, sekolah hanya menyerap sebagian kecil sesuai dengan kuota tampung yang tersedia.
"Kalau seluruhnya itu ya, jumlah siswa datang daftar ke sini sebanyak 2.141. Pendaftar pertama dan kedua di total. Totalnya 2.141," pungkasnya. (*)