SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT LG Electronics Indonesia (LG) resmi meluncurkan ekosistem rumah pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence - AI) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Senin (13/7/2026).
Langkah strategis tersebut diambil, guna memenuhi lonjakan permintaan pasar terhadap perangkat elektronik pintar di kelas menengah ke atas yang terus tumbuh positif.
Koleksi inovatif yang dihadirkan LG kali ini mencakup seluruh aspek kebutuhan rumah tangga. Mulai dari perangkat hiburan seperti televisi, mesin pendingin udara (AC), lemari es, mesin cuci, pembersih vakum, hingga alat pemurni udara (air purifier).
Branch Manager Surabaya LG Electronics Indonesia, Iwan Sutanto, mengungkapkan bahwa adopsi teknologi cerdas menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan di Jawa Timur. Segmen menengah ke atas kini mendominasi pangsa pasar LG di wilayah tersebut.
"Terutama dari segmen menengah ke atas, kebutuhan elektronik dengan teknologi AI terus meningkat, sehingga LG pun menghadirkan produk ini untuk di semua lini," kata Iwan Sutanto, Senin (13/7/2026).
Berdasarkan data internal perusahaan, kontribusi pasar premium di Jatim terbilang luar biasa. Sekitar 70 persen penjualan produk LG berada di segmen menengah ke atas, sedangkan sisanya sebesar 30 persen masih diisi oleh kategori low entry.
"Kalau kami pakai dasar piramida, sekitar 70 persen itu sudah di menengah ke atas, 30 persen masih di kategori low. Maka ini kenapa LG selalu rajin menurunkan produk-produk yang menengah ke atas ini. Premium," tambah Iwan.
Dalam komposisi penjualan di Jatim, kategori TV masih memimpin dengan kontribusi 30 persen.
Angka tersebut berimbang dengan perangkat AC yang mencatatkan lonjakan penjualan paling signifikan (30 persen), disusul oleh produk kulkas dan mesin cuci yang masing-masing menyumbang sebesar 20 persen.
Pada kesempatan yang sama, Head Operation and Sales Hartono Elektronik Surabaya, Andria Listiawan, mengonfirmasi bahwa aktivitas ritel elektronik di Surabaya masih berada pada tren positif.
Meskipun demikian, ia tidak menampik adanya penyesuaian harga ritel imbas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Kenaikan harga ada tapi lebih ke penyesuaian untuk produk elektronik yang masih banyak menggunakan bahan baku impor. Namun untuk yang bahan baku nya kebanyakan lokal masih tetap," tutur Andria.
Andria menambahkan, peningkatan penjualan di pertengahan tahun 2026 ini sangat dipengaruhi oleh daya tarik teknologi baru. Selain itu, tersedianya berbagai opsi pembayaran yang fleksibel turut mendorong minat belanja konsumen pada segmen premium.
Beberapa kemudahan transaksi yang disediakan di antaranya:
Secara terpisah, President of LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, menekankan bahwa inovasi produk terbaru ini tidak sekadar mengedepankan fungsionalitas kecerdasan buatan, melainkan kenyamanan interaksi yang personal dan mulus.
"Tak sekedar berbasis AI, keseluruhan produk LG terbaru dirancang untuk menghadirkan pengalaman terkoneksi dengan interaksi lebih personal dan memberikan kehidupan lebih ringkas bagi pemiliknya," jelas Ha Sang-chul.
Landasan utama dari ekosistem ini adalah aplikasi LG ThinQ yang telah diperbarui. Melalui satu antarmuka yang intuitif dan responsif, pengguna kini dapat mengendalikan seluruh perangkat pintar LG di rumah secara terintegrasi.
Melalui kehadiran lini produk berbasis AI ini, LG berkomitmen untuk memberikan solusi gaya hidup modern yang ringkas, efisien, dan relevan dengan preferensi lokal masyarakat Indonesia.