Bupati Gresik Buka MPLS Ramah Anak dan Luncurkan Sekolah Moderasi Beragama
Cak Sur July 13, 2026 06:32 PM

SURYA.CO.ID, GRESIK - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di UPT SMPN 1 Gresik, Jawa Timu (Jatim) pada Senin (13/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Yani ini meluncurkan program rintisan Sekolah Moderasi Beragama, sekaligus meninjau langsung pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa baru.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Gresik tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan S. Hariyanto, Kepala Bidang Pembinaan SMP Syifaul Qulub, serta Kepala Sekolah UPT SMPN 1 Gresik Beri Avita Prasetia.

Turut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Muhammad Ali Faiq, Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko, dan Lurah Sidokumpul Mukhlisun.

MPLS Ramah Anak: Bebas Perundungan dan Kekerasan

Saat bertindak sebagai pembina apel pembukaan MPLS Ramah, Gus Yani menekankan pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bermakna bagi seluruh peserta didik baru.

Menurutnya, MPLS harus menjadi gerbang awal yang menyenangkan bagi siswa untuk mengenal lingkungan belajar mereka.

"Mari kita semua mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh semangat belajar. Sehingga setiap peserta didik dapat memulai perjalanan pendidikannya dengan percaya diri dan bahagia," ujar Gus Yani.

Alumnus Universitas Airlangga (Unair) tersebut menambahkan bahwa melalui penguatan kebijakan, materi yang relevan, serta aturan yang tegas, MPLS tahun ini dirancang untuk mengikis habis praktik perundungan (bullying), kekerasan fisik, maupun kegiatan tidak mendidik lainnya.

Peluncuran Sekolah Moderasi Beragama di Gresik

Bersamaan dengan pembukaan MPLS, Gus Yani meresmikan UPT SMPN 1 Gresik sebagai rujukan Sekolah Moderasi Beragama.

Program strategis ini bertujuan menanamkan cara pandang keagamaan yang seimbang, moderat, dan toleran sejak dini untuk menghindari pemahaman ekstremisme dan fanatisme berlebih.

"Sekolah moderasi beragama mengajarkan pentingnya sikap tengah dalam beragama, yaitu cara beragama yang tidak berlebihan atau ekstrem. Hal ini mencakup pada toleransi, baik yang mayoritas maupun minoritas, serta menghargai nilai-nilai budaya dan tradisi," jelas Gus Yani.

Ia berharap seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Gresik dapat mencontoh langkah ini sehingga sekolah benar-benar berfungsi sebagai rumah kedua yang humanis, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan.

Peninjauan Makan Bergizi Gratis (MBG) Pasca-Satu Tahun Berjalan

Usai memimpin apel, Bupati Gresik menyempatkan diri mengunjungi ruang-ruang kelas untuk memastikan kelancaran distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengapresiasi konsistensi program MBG yang kini genap berjalan selama satu tahun di wilayahnya.

Dalam tinjauan langsung tersebut, Gus Yani berdialog dengan para siswa guna mendengar masukan terkait menu makanan yang disajikan. Beberapa siswa mengusulkan adanya tambahan susu ke dalam paket menu harian.

"Sengaja saya langsung meninjau ke ruang kelas setelah membuka MPLS untuk melihat realisasi program MBG ini secara riil. Dari testimoni beberapa siswa-siswi tadi berharap adanya tambahan susu dalam menu MBG. Saya sangat mengapresiasi kesiapan pihak sekolah dan penyedia menu di hari pertama masuk sekolah ini," pungkasnya.

Melalui sinergi program MPLS ramah anak, sekolah moderasi beragama, dan pemenuhan gizi seimbang, Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, toleran dan bebas dari perundungan sejak hari pertama sekolah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.