Dari Hutan Sumatera, Suhita Lebah Indonesia Kembangkan Usaha Madu Berbasis Komunitas Bersama BRI
Content Writer July 13, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM – Berawal dari keinginan menjaga kualitas madu sejak dari sumbernya, Suhita Lebah Indonesia mengembangkan usaha madu berkelanjutan yang melibatkan masyarakat sekitar kawasan hutan di Sumatera.

Melalui pendekatan dari hulu hingga hilir, Suhita Lebah Indonesia membangun rantai usaha yang menghubungkan kawasan hutan, para beekeeper (peternak lebah), peneliti, hingga proses pengolahan dan pemasaran. Model bisnis tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan madu berkualitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.

Owner Suhita Lebah Indonesia, Isnina, mengatakan sejak berdiri pada 2016, usahanya mengedepankan sistem produksi yang terintegrasi agar kualitas, keamanan, dan ketelusuran produk tetap terjaga.

Menurutnya, Suhita bekerja sama dengan para beekeeper serta peneliti di bidang lebah sekaligus mengajak masyarakat sekitar hutan primer Sumatera menjadi bagian dari rantai produksi melalui pelatihan budidaya lebah, konservasi tanaman hutan, dan upaya menjaga ekosistem alami lebah.

Saat ini, Suhita Lebah Indonesia memproduksi beragam jenis madu, mulai dari Trigona Honey, Rain Forest Honey, hingga Melifera Honey. Produk-produknya dipasarkan melalui kanal offline maupun online dengan jangkauan dari Lampung hingga berbagai daerah di Indonesia.

Untuk menjaga kualitas produk, Suhita juga mengembangkan sistem pengemasan yang memenuhi standar keamanan pangan dan didukung berbagai sertifikasi, seperti Nomor Kontrol Veteriner (NKV), sertifikasi halal, HACCP, hingga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk madu olahan dan herbal.

Baca juga: Kisah Ipeh Bangkit dari Badai PHK: Modal Rp134 Ribu Menembus Pasar Global bersama Rumah BUMN BRI

Isnina menjelaskan, pihaknya memiliki peternakan sendiri serta bermitra dengan petani dan beekeeper lokal yang terintegrasi dengan rumah pengemasan berstandar keamanan pangan. Selain itu, Suhita menerapkan teknologi pascapanen tanpa suhu tinggi melalui metode pengurangan kadar air madu sehingga kandungan nutrisi tetap terjaga sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sekaligus membuat proses produksi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Perjalanan pengembangan usaha Suhita semakin berkembang setelah bergabung sebagai binaan Rumah BUMN BRI Bakauheni pada 2021. Melalui program tersebut, Isnina mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan usaha, baik secara daring maupun luring.

Ia juga berkesempatan mengikuti sejumlah program pengembangan UMKM, seperti BRIncubator, BRILiaNpreneur, hingga berbagai kegiatan bazar yang membuka peluang memperluas jaringan bisnis dan pasar.

Selain pendampingan, Suhita turut memanfaatkan fasilitas pembiayaan BRI serta layanan QRIS BRI untuk mendukung operasional usaha sekaligus mempermudah transaksi dengan pelanggan.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan kisah Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa UMKM dapat berkembang ketika dibangun dengan ketekunan, semangat belajar, serta mampu memanfaatkan potensi di lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, melalui Rumah BUMN, BRI terus berupaya mendampingi para pelaku UMKM agar mampu memperkuat kapasitas usaha, memperluas pasar, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Baca juga: Dari Dapur Kontrakan ke Rak Swalayan, Lompatan Cuan Kebab Endul Berkat Rumah BUMN BRI

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.