28.371 Murid Baru Ikuti MPLS Ramah di Buleleng Bali, Pemkab Tegaskan Tak Boleh Ada Perpeloncoan
Putu Kartika Viktriani July 13, 2026 08:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 28.371 murid baru jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP di Kabupaten Buleleng mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun ajaran 2026/2027, Senin 13 Juli 2026.

Selama lima hari pelaksanaan MPLS, seluruh sekolah diminta memastikan kegiatan berlangsung tanpa perpeloncoan maupun hukuman fisik.

Pembukaan MPLS Ramah dipusatkan di SMP Negeri 3 Banjar. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, yang membacakan sambutan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan MPLS merupakan gerbang awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membentuk karakter, memperluas wawasan, dan membangun pertemanan yang sehat. Pelaksanaan MPLS Ramah juga menjadi implementasi Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

 

"Kalian adalah generasi penerus yang memegang tongkat estafet pembangunan daerah ini. Manfaatkanlah momen MPLS untuk mengenali lingkungan sekolah, memahami norma-norma yang berlaku, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap sekolah," ujar Surya Bharata membacakan sambutan Bupati.

Baca juga: Jadwal Nobar Semifinal-Final Piala Dunia 2026 di GOR Lila Bhuana Denpasar Bali, Catat Tanggalnya!

Bupati juga mengingatkan para murid baru agar menggunakan teknologi secara bijaksana, menghindari segala bentuk perundungan dan kekerasan, serta menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat gotong royong selama menempuh pendidikan.

Selain kepada siswa, pesan khusus juga disampaikan kepada guru dan panitia MPLS.

Mereka diminta menyelenggarakan seluruh rangkaian kegiatan secara edukatif, menyenangkan, inklusif, dan ramah anak tanpa praktik perpeloncoan maupun hukuman fisik.

Guru juga diminta menanamkan nilai-nilai karakter, budaya Bali, serta memberikan edukasi kepada peserta didik agar menjauhi penyalahgunaan narkoba, judi daring, dan pengaruh negatif media sosial.

"Kepada para guru dan panitia MPLS, laksanakan kegiatan secara edukatif, menyenangkan, inklusif, dan ramah anak, tanpa perpeloncoan maupun hukuman fisik," tegasnya.

Bupati turut mengajak para orang tua berperan aktif mendampingi anak selama masa transisi di lingkungan sekolah. Orang tua diharapkan terus menjalin komunikasi dengan pihak sekolah serta mengawasi penggunaan gawai dan aktivitas digital anak agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter.

Untuk diketahui, jumlah murid baru yang mengikuti MPLS tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 28.371 orang. Terdiri atas 8.199 murid PAUD/TK, 10.018 murid SD, dan 10.809 murid SMP.

Selama pelaksanaan MPLS pada 13–17 Juli 2026, para murid akan mendapatkan berbagai materi. Mulai dari Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat; Pagi Ceria; Sopan dan santun bermedia sosial; Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun; serta Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Selain itu, siswa juga dibekali materi pencegahan perundungan, penyalahgunaan narkoba, serta pengenalan lingkungan dan budaya sekolah. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.