TRIBUNJAKARTA.COM - Kecelakaan maut terjadi di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (12/7/2026).
Sebanyak 12 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan lima korban lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan.
Seluruh korban merupakan pengemudi dan penumpang mobil pikap yang sebelumnya mengantar pengantin dari Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, menuju wilayah Kecamatan Kandanghaur.
Kecelakaan bermula ketika mobil pikap yang dikemudikan Warkidi melaju di Jalur Pantura dari arah Cirebon menuju Jakarta.
Setelah tiba di lokasi kejadian, pengemudi memperlambat kendaraan dan berhenti karena hendak melakukan manuver putar balik melalui u-turn.
Pada saat bersamaan, truk wing box bernomor polisi B 9260 TEV melaju dari arah belakang. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat truk tersebut tidak dapat menghindari mobil pikap yang berada di depannya.
"Truk tersebut sama-sama melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta, sehingga menabrak langsung dari arah belakang mobil pikap," ujar Undang Syarif Hidayat saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Minggu malam.
Sopir truk wing box, Deden Ibad, mengaku mobil pikap di depannya berhenti secara mendadak saat hendak berbelok menuju bukaan median jalan.
"Kondisi mobil di depan saya itu mendadak berhenti saat akan manuver belok ke arah kanan," jelas Deden.
Benturan keras dari arah belakang membuat mobil pikap terdorong hingga melewati median dan masuk ke jalur kendaraan dari arah berlawanan.
Saat mobil pikap terdorong ke jalur berlawanan, sebuah truk bernomor polisi E 8846 BA sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Truk tersebut kemudian menghantam mobil pikap yang berada di jalurnya.
Tabrakan kedua membuat kendaraan yang mengangkut belasan penumpang itu terjepit dan mengalami kerusakan berat pada bagian depan maupun belakang.
"Setelah pikap terdorong ke depan, kembali tertabrak oleh truk los bak yang datang dari arah berlawanan," jelas Undang.
Dua benturan beruntun menyebabkan para penumpang pikap terlempar dan mengalami luka-luka. Sejumlah korban ditemukan tergeletak di sekitar lokasi kejadian.
Deden mengaku tidak tega melihat kondisi para korban setelah kecelakaan tersebut.
"Saya tidak tega melihat kondisi korban yang berjatuhan di jalan setelah kejadian," ujarnya.
Petugas kepolisian bersama warga kemudian mengevakuasi seluruh korban menuju sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Indramayu.
Guberur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan ucapan duka mendalam untuk korban kecelakaan maut tersebut.
"Duka yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh korban, kecelakaan lalu lintas, mobil pikap, pengangkut, rombongan pengantin tertabrak oleh truk yang mengakibatkan 12 orang meninggal di Kabupaten Indramayu," ucap Dedi Mulyadi dikutip TribunJakarta.com dari Instagram.
"Semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT," imbuhnya.
Dedi Mulyadi mengaku akan mendatangi rumah para korban, dan memberikan bantuan sebesar Rp25 juta per orang.
"Selanjutnya pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya akan segera berkunjung ke keluarga korban, dan menyampaikan bantuan duka Rp25 juta per orang sebagai bentuk komitmen pemerintah Provinsi Jawa Barat selalu hadir dalam berbagai peristiwa duka yang dialami oleh warganya," kata Dedi Mulyadi.
Tak lupa, Dedi Mulyadi juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk menggunakan mobil pikap sebagai angkutan manusia.
"Haturnuhun dan peringatan ke depan kita harus lebih berhati-hati, dan tidak menggunakan mobil pikap untuk angkutan orang, karena itu peruntukannya untuk angkutan barang, dan truk-truk harus betul-betul memiliki kir yang memadai,dikirnya secara administratif dan secara teknis, bukan hanya dikir administrasinya saja, tapi teknisnya tidak dilakukan," ujar Dedi Mulyadi.