Mantan penyerang Manchester United, Diego Forlan, telah mendapatkan posisi manajerial yang sangat diidamkan.
Pada hari Minggu, Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF) mengumumkan bahwa Forlan, salah satu penyerang terbaik sepanjang sejarah negara tersebut, akan mengambil alih posisi pelatih kepala sementara tim nasional setelah kepergian Marcelo Bielsa.
Optimisme besar sempat menyertai perjalanan Uruguay asuhan Bielsa di Piala Dunia, namun kampanye mereka berakhir dengan eliminasi mengejutkan.
Uruguay finis di peringkat ketiga grupnya dengan hanya dua poin. Negara Amerika Selatan tersebut tertinggal dari Spanyol, Tanjung Verde, dan Arab Saudi, sehingga tersingkir sebelum mencapai babak gugur kompetisi tersebut. Laporan yang belum dikonfirmasi menyebutkan adanya ketegangan internal yang juga melibatkan gelandang Manchester United, Manuel Ugarte.
Ugarte mengalami cedera ligamen anterior (ACL) yang akan membuatnya absen selama beberapa bulan. United sebelumnya berencana menjualnya, namun ia tidak akan meninggalkan klub selama masa pemulihannya.
Setelah Bielsa mengundurkan diri dari jabatannya, Forlan kini mengambil alih. Ia akan melatih tim U-20 di Piala Dunia yang akan digelar di Azerbaijan dan Uzbekistan, sekaligus menjabat sebagai pelatih sementara tim senior hingga Maret 2027.
Presiden AUF, Ignacio Alonso, muncul dalam program Polideportivo di saluran Teledoce dan mengatakan, “Kami memiliki kesempatan untuk melibatkan dia, dalam hal ini, untuk menangani Tim Nasional U-20.”
“Memiliki Diego di dalam kompleks pelatihan, dengan pengalaman yang ia miliki, pernah bermain untuk klub-klub terbaik dunia, terpapar berbagai metode pelatihan, memiliki metode sendiri, pernah menjadi pemain tim nasional dan juga memiliki pengalaman sebagai pelatih Divisi Utama... Saya pikir ini adalah kesempatan yang luar biasa.”
“Dia sangat antusias.”
AUF membuka peluang bagi Forlan untuk diangkat sebagai pelatih tetap jika ia menunjukkan hasil yang baik.
“Kami merekrut pelatih U-20 yang juga akan menangani pertandingan tim senior. Setelah itu, situasi akan menentukan bagaimana evaluasinya berlangsung.”
Forlan bergabung dengan Manchester United pada tahun 2002, menjadi bagian dari lini depan bertabur bintang yang juga diperkuat oleh Ole Gunnar Solskjaer, Dwight Yorke, dan Andy Cole.
Ia mencatatkan 98 penampilan untuk Setan Merah, dengan torehan 17 gol selama periode tersebut.
Salah satu momen paling berkesan selama masa baktinya di Old Trafford adalah dua golnya ke gawang Liverpool dalam kemenangan tandang 2–1, serta gol penentu kemenangan melawan Chelsea di ajang Piala Liga dan Liga Premier.
Ia meninggalkan United pada Agustus 2004 untuk bergabung dengan Villarreal di Spanyol, kemudian pindah ke Atletico Madrid. Di Spanyol-lah kariernya benar-benar melejit.
Pada Piala Dunia 2010, Forlan menjadi salah satu pemain paling menonjol. Ia mencetak lima gol dan membantu Uruguay mencapai babak semifinal. Mantan pemain United tersebut dianugerahi Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen.