Cerita Rein Paat saat Pasiar Pengucapan Minsel dari Tomohon ke Kapoya, 'So Makang, Ba Bungkus Lai'
Frandi Piring July 13, 2026 08:22 PM


TRIBUNMANADO.CO.ID
- Pasiar pengucapan syukur menjadi tradisi orang di Sulawesi Utara (Sulut).

Pengucapan syukur juga telah menjadi budaya di tanah Minahasa.

Perayaan hari pengucapan syukur sebagai momen ungkapan syukur atas berkat yang diberikan Tuhan, berupa hasil panen tanaman dan perlindungan Tuhan sepanjang tahun.

Perayaan ini diadakan setiap tahunnya.

Per daerah (kabupaten/kota) di Sulut bergiliran menggelar hari pengucapan syukur. 

Dalam periode hampir 20 tahun belakangan, tanggal/bulan perayaannya diadakan pada pertengahan hingga akhir tahun sebelum hari raya Natal.

Di Minahasa Selatan (Minsel), hari pengucapan syukur jatuh pada Minggu, 12 Juli 2026.

Kue dodol dan nasi jah di salah satu rumah yang open house pengucapan syukur di Desa Kapoya Minsel
DODOL NASI JAH - Kue dodol dan nasi jah (kue yang ditaruh di piring) di salah satu rumah yang open house pengucapan syukur di Desa Kapoya, Kecamatan Suluun Tareran, Minsel saat hari Pengucapan Syukur pada Minggu, 12 Juli 2026.

Sebanyak 17 kecamatan merayakan hari besar ini.

Mulai dari Kecamatan Amurang, Amurang Barat, Amurang Timur, Maesaan, Motoling, Motoling Barat, Motoling Timur, Ranoyapo, Sinonsayang.

Lalu Suluun Tareran, Tareran, Tatapaan, Tenga, Tompaso Baru, Tumpaan, Kumelembuai serta Modoinding. 

Masyarakat Minsel, khususnya yang akan merayakan hari syukur ini akan menyediakan jamuan jasmani dan ole-ole bagi para tamu yang datang berkunjung.

Bermacam menu santapan disediakan. Seperti makanan khas Minahasa, nasi jah (nasi jahe), dodol, kue waji dan berbagai menu lauk nabati dan hewani.

Lauk olahan daging babi, ayam, tikus, ular hingga makanan ekstrem lainnya bakal disuguhkan buat para tamu.

Hari pengucapan syukur menjadi momen bagi sanak keluarga maupun kerabat untuk pasiar.

Seperti Rein Paat, pria asal Kota Tomohon yang berkunjung ke rumah keluarganya yang berada di Desa Kapoya, Kecamatan Suluun Tareran, Minsel pada Minggu kemarin.

PASIAR - Rein Paat, pria asal Kota Tomohon luangkan waktu pasiar ke rumah kerabat keluarganya yang berada di Desa Kapoya, Kecamatan Suluun Tareran, Minsel saat hari Pengucapan Syukur pada Minggu, 12 Juli 2026. Rein Paat mendapatkan pengalaman luar biasa saat pasiar pengucapan di Minsel.
PASIAR - Rein Paat, pria asal Kota Tomohon luangkan waktu pasiar ke rumah kerabat keluarganya yang berada di Desa Kapoya, Kecamatan Suluun Tareran, Minsel saat hari Pengucapan Syukur pada Minggu, 12 Juli 2026. Rein Paat mendapatkan pengalaman luar biasa saat pasiar pengucapan di Minsel. (Tribun Manado/Frandi Piring)

Ia datang bersama keluarganya menggunakan kendaraan sepeda motor dengan busana nan modis, mengenakan kemeja putih bermotif hitam, celana jeans serta sepatu kekinian.

Jarak Kota Tomohon ke Desa Kapoya sejauh1 43,1 kilometer. Waktu perjalanan selama 1 jam lebih, menggunakan kendaraan dengan jalur akses Jalan Tomohon-Kawangkoan-Tumpaan.

Setibanya di rumah Keluarga Rantung - Kalumata, oma dan opa dari keponakannya, Rein dengan senyum sukacita berjabat tangan dengan tuan rumah dan berbincang.

Beberapa saat kemudian, Rein menyantap sajian makanan dan minuman yang disajikan.

Saat diwawancarai secara langsung tim Tribun Manado di rumah tersebut di tenah cuaca cerah, Minggu siang, Rein menyebut, pengucapan memiliki arti kebersamaan, apalagi bagi orang Minahasa.

"Torang (kita) orang Minahasa ini, so (sudah) berpencar. Dengan adanya pengucapan, torang samua ba baku dapa (kita semua saling bertemu)." ucapnya.

Khusus di Minsel, kata Rein, pengucapan juga menjadi momen saling mengasihi dan memaafkan antar sanak keluarga.

Ia mengaku sangat bersyukur datang pasiar ke rumah kerabat yang merayakan pengucapan syukur.

"Saya dari Tomohon, datang ke Minsel sangat bersyukur. Baku dapa dengan sudara-sudara, sahabat-sahabat, ada teman-teman sejak SD, SMP, SMA, perguruan tinggi. Torang baku dapa sini, hari pengucapan," ungkapnya.

"Semoga pengucapan di daerah lain (nantinya) akan berjalan aman dan damai dan diberkati Tuhan," tambah Rein lagi.

Rein juga mengaku sangat menikmati jamuan pengucapan dan bersyukur mendapatkan ole-ole berupa dodol dan nasi jah yang diberikan tuan rumah.

Rein Paat, dari Kota Tomohon pasiar ke rumah kerabat keluarganya di Desa Kapoya Minsel.
PASIAR - Rein Paat, pria asal Kota Tomohon luangkan waktu pasiar ke rumah kerabat keluarganya yang berada di Desa Kapoya, Kecamatan Suluun Tareran, Minsel saat hari Pengucapan Syukur pada Minggu, 12 Juli 2026. Rein mendapatkan ole-ole dodol dan nasi jah dari tuan rumah.

Seperti slogan populer saat momen pasiar di Sulut, 'So Makang, Ba Bungkus Lai', yang artinya: sudah makan, ambil bawa pulang.

Slogan ini sudah menjadi kebiasaan positif pada momen pengucapan di daerah-daerah wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

"Odoh, dodol, nasi jah sudah menjadi ciri khas orang Minahasa, khususnya Minahasa Selatan. Kalau bilang pengucapan, memang dodol luar biasa rasanya. Nasi jah juga enak. Itu yang ditunggu-tunggu di samping bertemu keluarga. Minahasa Selatan mantap, Tuhan berkati," ucap Rein.

"Kalo ikang, nda mo kalah lai (kalau lauk, tidak kalah juga). Makanan-makanan di luar daerah, memang enak juga, tapi kalau Minahasa banyak menu makanan favorit. Kawok (tikus) ekor putih, turean. Pokoknya enak," tambah dia lagi.

Rein menyebut, pasiar pengucapan ke Minsel menjadi pengalaman luar biasa.

"Dari Tomohon ke Suluun, terus di Kapoya, dari Kapoya rencana mau ke Amurang, baru ke Motoling," tutup dia.

Baca juga: Cerita Kezia Warouw, Cewek Manado yang Pulkam Pengucapan di Minsel, Alami Perjalanan Mendebarkan

Baca juga: Cara Membuat Nasi Jah, Makanan Khas Minahasa yang Jadi Menu Spesial Hari Pengucapan Syukur

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.