TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri (PM) Palestina Mohammed Mustafa menyerukan Uni Eropa (UE) untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel agar membuka penyeberangan perbatasan di Jalur Gaza.
Serta mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan, serta melepaskan pendapatan pajak Palestina yang ditahan.
Seruan tersebut disampaikan Mustafa saat bertemu dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, di Brussels, Belgia.
Pertemuan membahas perkembangan situasi di Jalur Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Yerusalem Timur, serta upaya memperkuat dukungan Eropa bagi Palestina.
Dalam pertemuan itu, Mustafa menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza yang terus memburuk, mengutip Anadolu Agency, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Bella Fawzi Ingin Banyak Musisi Dunia Bersuara untuk Palestina
Ia menegaskan pentingnya pembukaan perbatasan agar bantuan kemanusiaan, material rekonstruksi, dan kebutuhan pemulihan awal dapat segera masuk ke wilayah tersebut.
Selain itu, Mustafa meminta Uni Eropa meningkatkan dukungan terhadap rencana rekonstruksi Gaza.
Dirinya juga mendorong tekanan internasional agar Israel melepaskan pendapatan pajak Palestina yang ditahan.
Menurut pemerintah Palestina, dana yang ditahan telah melampaui 6 miliar dolar AS.
"Atau sekitar 68 persen dari total pendapatan publik Otoritas Palestina," menurut keterangan dari Mustafa.
Sementara itu, Kaja Kallas menyatakan Uni Eropa akan terus mendukung program reformasi Palestina, rekonstruksi Gaza, pembersihan puing-puing, serta proses evakuasi medis.
Pemerintah Palestina menyebut Israel telah menahan pendapatan pajak Palestina sejak 2019 dan dalam sekitar satu tahun terakhir menghentikan sepenuhnya transfer dana tersebut. Otoritas Palestina menilai kebijakan itu berdampak besar terhadap penyediaan layanan publik dan pembayaran gaji aparatur sipil.
(*)