Siswa MAN 1 Bandar Lampung Diperkenalkan Kurikulum Berbasis Cinta
Daniel Tri Hardanto July 13, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ratusan siswa baru berpakaian nuansa hitam tampak memadati kawasan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandar Lampung, Senin (13/7/2026).

Baca juga: Kisah Siswa MAN 1 Bandar Lampung Bobol Situs NASA Berujung Dapat Penghargaan

Di pekan pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027, mereka mengikuti program Matamuda (Masa Ta'aruf Murid Madrasah).

Tahun ini, Matamuda MAN 1 Bandar Lampung diikuti 549 siswa, yang dibagi menjadi dua lokasi.

Di GSG aula madrasah, satu kelompok siswa tampak serius menyimak simulasi gambar ruangan, pengenalan denah, hingga adaptasi lingkungan fisik sekolah.

Sementara area masjid sekolah, tampak seorang guru memberi pembekalan mengenai materi kemadrasahan, wawasan keagamaan, serta nilai-nilai karakter islami.

Wakil Kepala Humas MAN 1 Bandar Lampung, Yuniarti, menjelaskan bahwa total 549 siswa baru ditampung ke dalam 14 rombongan belajar (rombel). 

Jumlah rombel ini sengaja dikurangi dari dua tahun berturut-turut sebelumnya yang sempat menyentuh 16 rombel.

"Tahun ini disesuaikan dengan kapasitas ruangan yang tersedia. Karena tahun lalu kami meluluskan 13 rombel dan ada penambahan satu ruangan baru dari hasil renovasi, maka tahun ini diputuskan membuka 14 rombel," jelas Yuniarti.

Yuniarti menambahkan, Matamuda tak sekadar mengenalkan fisik sekolah dan materi keagamaan di masjid, para siswa juga mulai dikenalkan pada Kurikulum Berbasis Cinta yang berfokus pada cinta sesama dan lingkungan. 

"Hari Kamis mendatang, anak-anak akan langsung aksi nyata kebersihan, tanggap tanaman, hingga menanam bunga dan buah di lingkungan madrasah," imbuh Yuniarti.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kemenag Lampung, Herry Setiawan, mengatakan seluruh madrasah di Lampung kini telah melaksanakan tahun ajaran baru. 

Herry menjabarkan, masa orientasi seperti Matamuda madrasah merupakan momentum krusial untuk memperkenal karakteristik dan kurikulum madrasah.

"Kalau di sekolah umum mungkin hanya 12 mata pelajaran. Sedangkan di madrasah bisa mencapai 17 sampai 19 mata pelajaran karena pelajaran agamanya dipecah per mapel; Fikih sendiri, Alquran Hadis sendiri, Bahasa Arab sendiri. Di umum kan hanya satu, Pendidikan Agama Islam saja," paparnya.

Oleh karena itu, pengenalan aturan jam masuk-pulang, kurikulum, hingga pemetaan minat bakat lewat kegiatan ekstrakurikuler harus tuntas diperkenalkan sejak awal masa Matamuda.

"Nanti ending-nya siswa baru ini akan diarahkan mau aktif di mana, seperti Drumband, Paskibra, Pramuka, atau program keagamaan seperti Tahfidz dan Tilawah," Kata Herry.

Disinggung soal data keseluruhan siswa baru madrasah pada tahun ajaran 2026/2027, Herry menyebut pihaknya masih melakukan sinkronisasi digital.

"Untuk data siswa baru di tingkat provinsi belum kita pegang angka pastinya karena data masih fluktuatif dan masih dihimpun ke dalam sistem Emis (Education Management Information System). Kemungkinan September baru akurat semua.," pungkas Herry.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.