MPLS Hari Pertama: Siswa Baru Senang Disambut Ramah-Didukung Kakak Kelas
GH News July 13, 2026 10:09 PM
Jakarta -

Siswa baru tahun pelajaran 2026/2027 resmi kembali dan siap memulai petualangan di sekolah baru. Hari pertama sekolah bagi siswa baru dibuka dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026.

MPLS diikuti oleh seluruh siswa baru tanpa terkecuali, baik mereka menempuh pendidikan di sekolah negeri maupun swasta. Salah satu sekolah swasta yang 'disidak' langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (MPLS) adalah SMA Labschool Kebayoran, Jakarta.

Mewakili siswa, Sandrina Emily Damanik dan Qayz Algebra mengaku senang dan bersemangat melalui hari pertama MPLS di SMA Labschool Kebayoran. Sebelum hari pertama sekolah datang, Sandrina menyebut pihak SMA Labschool Kebayoran mengadakan pra-MPLS untuk memberikan sosialisasi.

"Dari pra-MPLS sampai hari pertama ini, saya merasa sangat senang," ungkap Sandrina di sela-sela kegiatan MPLS di SMA Kebayoran Jakarta, Senin (13/7/2026).

Disambut Ramah dan Didukung Kakak Kelas

Sandrina bercerita, ia merupakan alumni SMP BPK (Badan Pendidikan Kristen) Penabur Pondok Indah. Sekolahnya dulu tidak memiliki banyak murid, dengan begitu ia sangat senang bisa bertemu banyak teman baru.

"Kebetulan sekolah saya sebenarnya tidak memiliki banyak murid, jadi ketika masuk sini saya sangat senang untuk dapat melihat banyak sekali murid dan dapat lebih banyak teman lagi. Saya dapat lebih banyak interaksi dengan banyak orang dan itu sangat membuat saya senang," ungkapnya.

Tak hanya teman, ia menyebut kakak kelas OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas), hingga guru-guru sangat mendukung murid baru. Mereka dinilai Sandrina sangat terbuka agar murid baru terbiasa dengan sekolah yang baru juga.

Hal serupa juga dirasakan Qayz yang mengaku senang karena pra-MPLS dan hari pertamanya berjalan dengan lancar. Ia juga mengaku senang lantaran disambut kakak kelas dengan ramah, penuh senyum, dan kepedulian.

"Dan kakak-kakaknya menyediakan aktivitas-aktivitas yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga interaktif bagi kami," jelasnya.

Sekolah yang Penuh Keberagaman

Memilih keluar dari zona nyaman menjadi alasan kuat Sandrina akhirnya mendaftar di SMA Labschool Kebayoran. Ia mulai mengincar sekolah ini di kelas 9 SMP lantaran punya jejak prestasi baik di bidang akademik dan nonakademik.

"Menurut saya ini adalah salah satu sekolah, yang paling baik untuk saya untuk saya dapat lebih mengembangkan lagi, untuk saya keluar dari saya dan dapat bersaing dengan lebih banyak anak," ungkapnya.

Berasal dari sekolah yang mayoritas muridnya memiliki agama sama, keberagaman di SMA Labschool sangat membuatnya tertarik. Dengan tegas ia mengatakan ingin bersekolah yang lebih (beragam), secara agama dan ras.

Perbedaan agama hingga ras yang ada di sekolah barunya ini juga membuatnya terkesan. Semua hal ini sudah ia rasakan dimulai sejak MPLS.

"Masuk sini saya harus melewati berbagai perbedaan, tetapi saya sangat senang karena inklusivitasnya itu tetap sangat dijalani, tetap ketika ada kegiatan untuk yang Muslim, yang Kristen, dan yang sebagainya juga tetap dilibatkan. Jadi untuk itu saya sangat bersyukur," kisahnya.

Tahu Sekolah dari Medsos-Sempat Culture Shock

Cerita berbeda datang dari Qayz. Ia merupakan alumni dari SMP Negeri 2 Siantan di Anambas, Kepulauan Riau.

Menariknya, Qayz mengaku ia mengetahui SMA Labschool Kebayoran dari media sosial. Menurutnya, prestasi akademis dan pendidikan yang diberikan sekolah ini sangat bagus dan cocok untuk tempat pengembangan dirinya.

"Menurut saya pilihan terbaik untuk saya untuk menjadi siswa yang lebih dan ," jelas Qayz.

Merantau jauh sendiri ke Jakarta, Qayz mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga dan orang tuanya. Di hari pertama sekolah, ia diantar oleh sang tante. Meskipun begitu, orang tuanya sudah sempat melihat dan mengantarkannya sebelum MPLS berlangsung.

Qayz berhasil masuk ke SMA Labschool Kebayoran melalui jalur prestasi. Prestasi yang ia miliki, seperti menjadi Ketua OSIS periode 2024-2025, Ketua Forum Anak 2024-2026, dan pemenang Award for Verbal Commendation dari Asia International Youth Model United Nations di Kuala Lumpur.

Suasana SMA Labschool Kebayoran sempat membuat kaget dan si anak rantau ini. Ia menemukan banyak teman-teman sepertinya yang berasal dari daerah lain, seperti Jambi dan Nusa Tenggara Barat (NTB)

"Saya banget karena banyak siswa dan kakak-kakaknya baik banget menyambut saya dengan teman-teman saya. Itu kayak "wah" sih karena banyak dari orangnya, ada yang dari Jambi, ada yang dari jauh-jauh sampai NTB, banyak sekali teman-teman yang saya ketemu di sini," bebernya.

SMA Labschool Kebayoran menggelar MPLS selama lima hari. Setiap harinya, murid memiliki kegiatan yang sudah dikemas guru dan didampingi OSIS dan MPK.

Sandrina dan Qayz mengaku sangat menanti pelaksanaan hari kelima, lantaran MPLS akan digelar di taman dengan penuh kegiatan menarik, seperti pertunjukan bakat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.