Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta kader perempuan PDIP di akar rumput untuk mencermati perjalanan hidup dan belajar dari keyakinan ideologis yang dipegang teguh oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Keyakinan menciptakan keteguhan, keberanian, dan kesabaran yang akan melahirkan kebenaran. Itulah selayaknya yang menjadi energi penggerak. Ini menjadi inspirasi bagi semua termasuk untuk perempuan," kata Hasto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Demikian disampaikan Hasto dalam pelatihan untuk pelatih/training of trainer (ToT) kepada perwakilan perempuan dari 38 provinsi di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin. Dalam momen itu juga diluncurkan aplikasi dan jingle Perempuan Penggerak Akar Rumput .
Hasto juga menyampaikan perspektif historis yang sangat penting bahwa pada 25 Juni 1933 di Bandung, kalangan perempuan menyatakan diri untuk menyatukan dengan gerakan pembebasan rakyat Marhaen.
Mereka menyebut dirinya sebagai Marhaeni. Gerakan itu oleh Bung Karno dijadikan tesis dalam merumuskan adanya sebagaimana dijelaskan di buku Sarinah.
"Fase pertama, kalangan perempuan memperkuat kapasitas diri dalam struktur yang bersifat patriarki. Mereka menempatkan fungsinya pada tugas rumah tangga. Fase kedua, perjuangan emansipasi, kesetaraan, tentang pentingnya kesamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Fase ketiga, ketika kaum perempuan dan laki-laki berjuang bersama-sama untuk melawan atau setidaknya mengoreksi sistem kapitalisme dengan falsafah pembebasan rakyat Marhaen," ucap Hasto.
PDIP, kata dia, menempatkan gerakan perempuan pada fase ketiga.
Dilanjutkannya, perempuan penggerak akar rumput juga punya tugas bagaimana membangun kedaulatan pangan untuk menyediakan makanan yang bergizi bagi rakyat.
"Kalau kita berbicara tentang ruang lingkup perempuan penggerak akar rumput, sebenarnya sangat luas untuk menjabarkan apa yang dimaksudkan oleh Bu Mega bahwa politik adalah persoalan kehidupan," ujarnya.
Hasto mengatakan ada jarak yang besar antara realita yang terjadi saat ini dengan apa yang diharapkan para pendiri bangsa termasuk Bung Karno. Termasuk apa yang selalu diharapkan Megawati soal perempuan.
"Mari kita lihat sejarah, mengapa Bu Mega berharap perempuan penggerak akar rumput ini betul-betul menjadi kader perintis perjuangan dengan semangat yang menyala-nyala dengan kemampuan menggerakkan, dengan kemampuan mempengaruhi pemikiran-pemikiran rakyat di akar rumput, dan kemudian memimpin pergerakan," kata Hasto.
Maka diharapkannya, melalui pelatihan itu bagaimana kader PDI Perjuangan berani bersikap, membela kebenaran dan memperjuangkan keadilan atas berbagai persoalan yang terjadi di dalam politik kita, di dalam kehidupan perekonomian rakyat, dan dalam memperjuangkan supremasi hukum.
"Maka, pelatihan ToT perempuan penggerak akar rumput ini, selain momentumnya sangat tepat, juga memiliki suatu pijakan historis dan ideologis yang sangat kuat. Karena itulah, beranilah bersuara, beranilah bersikap," lanjut Hasto.
Hasto mengatakan Megawati berharap perempuan penggerak akar rumput ini betul-betul menjadi kader perintis perjuangan.
"Ibu Mega selalu menegaskan bahwa perempuan jalan peradaban. Karena itulah dalam realitas demokrasi berwatak otoritarianisme populis saat ini, peran kepemimpinan perempuan pelopor sangat penting agar demokrasi semakin kuat berakar," ujar Hasto.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Perempuan dan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau akrab disebut Bintang Puspayoga mengatakan penguatan peran perempuan di tingkat akar rumput merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan masyarakat yang berkeadilan sosial, demokratis, dan berperadaban.
Bintang pun mengutip pernyataan Bung Karno yang mengatakan, "Tiada revolusi tanpa perempuan". Menurutnya, jika melihat pemikiran Bung Karno, baik itu dalam buku-buku yang ditulis maupun berbagai sambutannya, selalu memberikan apresiasi kepada perempuan.
"Ibu Megawati juga selalu mengatakan bahwa perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, penerima manfaat pembangunan, tetapi perempuan adalah subjek pembangunan. Kita ikut mengambil bagian dalam pembangunan itu sendiri. Oleh karena itu, pelatihan perempuan akar rumput ini menjadi penting untuk mewujudkan tatanan hidup yang adil dan beradab, sesuai yang diamanatkan dasar negara kita, Pancasila," katanya.





