Pangkalan Militer AS di Kuwait Digempur Iran, Teheran Klaim HIMARS Hancur: 3 Perwira Amerika Tewas
Eri Ariyanto July 14, 2026 05:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran mengklaim berhasil menggempur pangkalan militer AS di Kuwait dalam operasi serangan yang disebut menggunakan drone presisi.

Pasukan Iran menyatakan serangan tersebut menargetkan sistem peluncur roket HIMARS milik militer Amerika yang disebut tengah disiagakan untuk menyerang wilayah Iran.

Dalam pernyataannya, Iran mengklaim seluruh unit HIMARS beserta amunisinya berhasil dihancurkan dalam serangan tersebut.

Iran juga menyebut sedikitnya tiga perwira Amerika Serikat tewas dan sejumlah personel lainnya mengalami luka-luka akibat serangan itu, meski klaim tersebut masih bersifat sepihak.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) membantah laporan mengenai adanya korban jiwa di pihak militer AS dan menyebut informasi yang beredar berasal dari klaim media yang berafiliasi dengan Iran.

Insiden ini terjadi di tengah memanasnya konflik Iran-AS yang dalam beberapa hari terakhir diwarnai aksi saling serang terhadap sejumlah target militer di kawasan Teluk.

Kuwait menjadi salah satu negara yang menjadi lokasi keberadaan fasilitas militer Amerika Serikat sehingga masuk dalam daftar sasaran yang diklaim Iran sebagai bagian dari operasi balasan.

Hingga kini belum ada verifikasi independen yang memastikan kerusakan HIMARS maupun jumlah korban yang diklaim Teheran.

Perbedaan klaim antara Iran dan Amerika Serikat membuat perkembangan situasi di Kuwait masih terus menjadi perhatian dunia internasional karena dikhawatirkan memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah media pemerintah Iran mengklaim pasukannya menyerang sejumlah target militer Amerika di kawasan Teluk.

Klaim yang paling menonjol adalah penghancuran sistem peluncur roket High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) milik AS di Kuwait.

Namun, hingga kini klaim tersebut belum mendapat konfirmasi dari Amerika Serikat maupun pemerintah Kuwait.

Iran Klaim HIMARS Jadi Sasaran

Media tersebut juga mengklaim tiga rudal balistik ditembakkan ke kawasan Al Mina di Kuwait serta ke lokasi sistem rudal Army Tactical Missile System (ATACMS) milik Amerika Serikat.

Selain Kuwait, Fars menyebut target militer AS di Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman juga diserang dalam operasi yang berlangsung pada hari yang sama.

Fars turut mengklaim tiga perwira militer AS tewas dan sejumlah personel lainnya mengalami luka-luka.

Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Kuwait Akui Ada Serangan

Militer Kuwait mengonfirmasi negaranya menjadi sasaran serangan, tetapi tidak menyebut adanya peluncur HIMARS yang dihancurkan maupun korban dari pihak militer Amerika Serikat.

Menurut pernyataan resmi, tiga pos perbatasan di wilayah utara Kuwait terkena serangan yang mengakibatkan kerusakan material.

Selain itu, sebuah drone menghantam fasilitas pengeboran minyak lepas pantai yang dioperasikan Kuwait Oil Company, menyebabkan seorang pekerja mengalami luka.

Pemerintah Kuwait juga tidak secara langsung menyalahkan Iran sebagai pelaku serangan.

Gencatan Senjata Kembali Runtuh

Serangan terbaru ini terjadi setelah gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat kembali gagal dipertahankan.

Washington menuduh Iran menyerang kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Sebaliknya, Iran menyatakan beberapa kapal tidak mematuhi prosedur pelayaran yang ditetapkan otoritasnya.

Teheran kemudian mengumumkan penutupan Selat Hormuz, meski klaim tersebut dibantah Presiden AS Donald Trump yang menyatakan jalur pelayaran komersial tetap terbuka.

Posisi Strategis Kuwait Bagi AS

HIMARS merupakan sistem peluncur roket bergerak buatan Amerika Serikat yang mampu menembakkan berbagai jenis amunisi presisi, termasuk rudal ATACMS. 

Sistem ini menjadi salah satu aset artileri paling penting militer AS dan telah digunakan dalam berbagai konflik modern.

Sementara itu, Kuwait merupakan salah satu negara Teluk yang menjadi lokasi fasilitas militer Amerika Serikat.

Karena posisinya yang strategis di kawasan Teluk Persia, negara tersebut kerap menjadi bagian dari jaringan logistik dan operasi militer AS di Timur Tengah.

Belum ada tanggapan resmi dari Pentagon mengenai klaim Iran terkait penghancuran HIMARS maupun laporan mengenai korban jiwa di pihak militer Amerika Serikat.

(TribunNewsmaker.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.